Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Performance of Asphalt Wearing Course Against The Immersion Effect Of Tide Water (Rob) With Added Materials Polyethylene And Fine Aggregate Slag Juny Andry Sulistyo; P Pratikso; Rachmat Mudiyono
JACEE (Journal of Advanced Civil and Environmental Engineering) Vol 6, No 1 (2023): April
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jacee.6.1.24-32

Abstract

Rob or tide water is a flood of seawater or rising sea level caused by high tide inundating land. Heavy traffic and tidal immersion on main roads result in permanent deformation require quality asphalt that is resistant to tidal immersion and traffic loads. The use of a combination of LDPE and aggregate slag is an unprecedented update. Polyethylene (PE) plastic waste provides water resistance therefore the combination can be a new Job Mix Formula that is able to withstand tidal immersion (rob) allowing it to be used in the construction of road structures (Flexible Pavement). The duration of immersion is 7 days, 14 days and 21 days and the soaking method consists of immerse with a continuous pattern and soaking with a periodic / cyclic pattern (intermittent). Job Mix Formula that can be used on asphalt concrete wearing course modification is a combination of 50% Slag aggregate and 6% LDPE while asphalt concrete wearing course modification of 0% and 100% Slag Aggregate grades with LDPE 0%, 2%, 4%, 8%, 10% and 18% cannot be used as road pavement because it does not meet the requirements of Bina Marga technical specifications.
Analisis Karakteristik Gradasi dan Kelayakan Material Aluvial Gravel Sand (Kinang Jingkion) Sebagai Agregat Hot Rolled Sheet (HRS Base) di Kabupaten Yalimo, Provinsi Papua Pegunungan Ronal Fernando Lumban Tobing; Rachmat Mudiyono; Juny Andry Sulistyo
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 5 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i5.3279

Abstract

Pembangunan infrastruktur jalan di wilayah pegunungan seperti Kabupaten Yalimo menghadapi kendala ketersediaan material agregat yang memenuhi standar teknis sehingga diperlukan penggunaan material lokal sebagai alternatif yang lebih efisien dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gradasi dan sifat fisik-mekanik material Aluvial Gravel Sand (Kinang Jingkion), menilai kesesuaiannya dengan spesifikasi Hot Rolled Sheet Base (HRS-Base), serta mengidentifikasi potensi dan keterbatasannya sebagai bahan agregat pada perkerasan jalan Penelitian dilakukan melalui serangkaian pengujian laboratorium meliputi analisis saringan, berat jenis dan penyerapan air, Sand Equivalent, keausan Los Angeles, kadar lumpur, kekekalan bentuk terhadap larutan sulfat, uji penyelimutan dan pengelupasan, partikel pipih dan lonjong, serta pengujian Marshall. Hasil pengujian menunjukkan bahwa material Kinang Jingkion memiliki Modulus Kehalusan (FM) 3,40–3,45, berat jenis SSD 2,45–2,55 gr/cm³, penyerapan air < 3%, kadar lolos No.200 sebesar 0,60%, Sand Equivalent 89–93%, dan keausan Los Angeles < 25%. Nilai stabilitas Marshall ±2344 kg, flow 6–9 mm, dan VIM 4,8–5,5%, seluruhnya memenuhi spesifikasi HRS-Base. Secara teknis material ini dinyatakan layak digunakan sebagai agregat kasar dalam campuran beraspal panasKesimpulannya material Aluvial Gravel Sand (Kinang Jingkion) berpotensi menjadi alternatif agregat lokal yang efektif untuk perkerasan jalan lingkungan di Kabupaten Yalimo meskipun beberapa keterbatasan terkait ketahanan terhadap rendaman air dan ketersediaan fasilitas pengolahan perlu diperhatikan dalam penerapannya.