Nurdina Nurdina
Pasca Sarjana Ilmu Kesehatan Masyarakat, Institut Ilmu Kesehatan STRADA

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Latihan Pilates dan Latihan Kekuatan Berpengaruh dalam Meningkatkan Kecepatan Lari 5 Kilometer Akbar Febriandree Sipahutar; Yuly Peristiowati; Nurdina Nurdina; Katmini Katmini
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14132

Abstract

Running speed is influenced by several factors such as muscle strength, muscle flexibility, muscle endurance, balance and reaction time. These physical components are equally important to provide because they are interconnected with one another to increase running speed. One effort to optimize running speed is pilates training and muscle strength training. This study aimed to analyze the effect of pilates training and strength training on recreational runners' 5 km running speed. The study was conducted for 6 weeks involving 32 runners in Jakarta, who were divided into treatment group I with pilates training and treatment group 2 with muscle strength training. This research was conducted at Cardea Physiotherapy, Jakarta using application measurement tools for runners that are commonly used (I-Watch, Strava, Polar, Garmin and Nike Run Club). Furthermore, data analysis was carried out using a paired sample t-test and obtained p <0.05 for each group. When the values of the two groups were compared using the independent sample t-test, the p value <0.05 was obtained. So it was concluded that pilates training and muscle strength training can increase the speed of running 5 km in recreational runners in Jakarta; which in this case pilates exercises give better results.Keywords: running sport; running speed; pilates exercises; muscle strength training                                                                                  ABSTRAK                                     Kecepatan lari dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti kekuatan otot, fleksibilitas otot, ketahanan otot, keseimbangan dan waktu reaksi. Komponen fisik tersebut sama pentingnya untuk diberikan karena saling berhubungan satu sama lain untuk meningkatkan kecepatan lari. Salah satu upaya untuk mengoptimalkan kecepatan lari adalah latihan pilates dan latihan kekuatan otot. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh latihan pilates dan latihan kekuatan terhadap kecepatan lari 5 km pelari rekreasi. Penelitian dilakukan selama 6 minggu yang melibatkan 32 pelari yang berada di Jakarta, yang dibagi dalam kelompok perlakuan I dengan latihan pilates dan kelompok perlakuan 2 dengan latihan kekuatan otot. Penelitian ini dilakukan di Cardea Physiotherapy, Jakarta dengan menggunakan alat ukur aplikasi untuk pelari yang biasa digunakan (I-Watch, Strava, Polar, Garmin dan Nike Run Club). Selanjutnya dilakukan analisis data menggunakan paired sample t-test dan didapatkan nilai p<0,05 untuk masing-masing kelompok. Ketika nilai dari kedua kelompok dibandingkan menggunakan independent sample t-test, didapatkan nilai p <0,05. Maka disimpulkan bahwa latihan pilates dan latihan kekuatan otot mampu meningkatkan kecepatan lari 5 km pada pelari rekreasi di Jakarta; yang dalam hal ini latihan pilates memberikan hasil yang lebih baik.Kata kunci: olahraga lari; kecepatan lari; latihan pilates; latihan kekuatan otot
Ergonomic Training untuk Memperbaiki Intensitas Nyeri dan Aktivitas Fungsional Penderita Nyeri Pinggang Agus Setiyawan; Ratna Wardani; Nurdina Nurdina; Nurwijayanti Nurwijayanti
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13nk451

Abstract

Ergonomic training is a training that discusses certain positions to optimize body position when carrying out functional activities. This study aims to determine the effect of ergonomic training for low back pain sufferers on pain intensity and functional activity in employees of RSU Aisyiyah Ponorogo. This study applied a cross-sectional design, involving 79 respondents who were selected randomly. The data were obtained by filling out a questionnaire, then analyzed using a linear regression test. The results showed that there was a negative effect of ergonomic training on pain intensity. This showed that ergonomic training can reduce the risk of low back pain. In addition, there was a negative effect of ergonomic training on functional activity pain. This showed that ergonomic training can reduce the potential for functional pain in workers.Keywords: occupational disease; low back pain; ergonomic training ABSTRAK Ergonomic training merupakan sebuah pelatihan yang membahas terkait posisi tertentu untuk optimalisasi posisi tubuh saat melakukan aktivitas fungsional. Penelitian ini berujuan untuk mengetahui pengaruh ergonomic training untuk penderita low back pain terhadap intensitas nyeri dan aktivitas fungsional pada karyawan RSU Aisyiyah Ponorogo. Penelitian ini menerapkan rancangan cross-sectional, yang melibatkan 79 responden yang dipilih secara random. Data diperoleh melalui pengisian kuesioner, lalu dianalisis menggunakan uji regresi linier. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh negatif dari ergonomic training terhadap intensitas nyeri. Ini menunjukkan bahwa ergonomic training mampu menurunkan resiko low back pain. Selain itu terdapat pengaruh negatif dari ergonomic training terhadap nyeri aktivitas fungsional. Ini menunjukkan bahwa ergonomic training mampu menurunkan potensi nyeri fungsional pekerja.Kata kunci: penyakit akibat kerja; low back pain; ergonomic training