Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Memahami Konsep Dasar Diagnostik Kesulitan Belajar Harmen Harmen; Muslima Muslima; Yusmi Salama
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.14919

Abstract

Tujuan penulisan ini untuk mengetahui tentang konsep dasar diagnostic kesulitan belajar. Kesulitan belajar sering kali dikaitkan dengan kegagalan pencapaian prestasi belajar siswa, kesulitan yang dialami oleh peserta didik dalam kegiatan belajarnya, sehingga berakibat prestasi belajarnya rendah dan perubahan tingkah laku yang terjadi tidak sesuai dengan partisipasi yang diperoleh sebagaimana teman-teman kelasnya. Adapun jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan atau library research, yakni penelitian yang dilakukan melalui mengumpulkan data atau karya tulis ilmiah yang bertujuan dengan obyek penelitian atau pengumpulan data yang bersifat kepustakaan, atau telaah yang dilaksanakan untuk memecahkan suatu masalah yang pada dasarnya tertumpu pada penelaahan kritis dan mendalam terhadap bahan-bahan pustaka yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kesulitan belajar pada siswa merupakan suatu keadaan di saat peserta didik tidak dapat belajar sebagaimana mestinya. Hal tersebut tidak boleh dibiarkan dan harus segera diberikan penanganan oleh pendidik karena kesulitan yang dialami anak jika dibiarkan akan dapat menjadi sebuah penghalang bagi tercapainya tujuan pembelajaran yang optimal. Jadi, proses diagnosis kesulitan belajar adalah menemukan kesulitan belajar siswa dan menentukan kemungkinan cara mengatasinya dengan memperhitungkan faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan kegiatan belajar. Mendiagnosis kesulitan belajar adalah pekerjaan yang cukup berat. Untuk melakukan diagnosis terlebih dahulu harus diketahui penyebab dari kesulitan belajar itu sendiri, setelah itu barulah dilakukan diagnosis dengan melihat gejala-gejala yang tampak dari diri peserta didik yang menginterpretasikan bahwa ia mengalami kesulitan belajar.