Vika Nurul Mufidah
Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Adversity Quotient, Dukungan Sosial Teman Sebaya dan Penyesuaian Diri Pada Mahasiswa Yang Mengikuti Program Mahasiswa Merdeka Vika Nurul Mufidah; Nadiah Nurli Fadilah; Adenia Adenia
Muqoddima Jurnal Pemikiran dan Riset Sosiologi Vol 3 No 2 (2022): MUQODDIMA Jurnal Pemikiran dan Riset Sosiologi
Publisher : Laboratorium Sosiologi Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47776/10.47776/MJPRS.003.02.01

Abstract

Mahasiswa yang mengikuti program pertukaran mahasiswa merdeka mengalami tantangan yang berbeda dari mahasiswa yang belum mengikuti program mahasiswa pertukaran merdeka ketika menjalani proses pembelajaran. Masa transisi dari perguruan tinggi asal ke perguruan tinggi tujuan meliputi perpindahan struktur ke kampus daerah, berinteraksi dengan teman yang berasal dari daerah dan budaya latar belakang yang berbeda, fokus pada pembelajaran. Bagi mahasiswa yang mengikuti program pertukaran mahasiswa merdeka, masa transisi ini dibarengi dengan perubahan hidup, seperti meninggalkan rumah, berpisah dengan orang tua, menjalin hubungan baru, mengatur tempat tinggal baru, dan mengatur keuangan pertama kali. Tujuan penelitian ini, untuk mengetahui hubungan antara adversity wuotient dan dukungan sosial teman sebaya dengan penyesuaian diri mahasiswa yang mengikuti program pertukaran mahasiswa merdeka tahun kedua. Penelitian ini merupakan studi populasi, maka sampel yang dipakai adalah keseluruhan populasi yakni mahasiswa yang mengikuti program pertukaran mahasiswa merdeka berjumlah 375. Adapun intrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu skala adversity quotient, penyesuaian diri, dan dukungan sosial teman sebaya. Hasil analisis regresi berganda menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara adversity quotient dan dukungan sosial teman sebaya dengan penyesuaian diri pada mahasiswa yang mengikuti program pertukaran mahasiswa merdeka tahun kedua.
Pencegahan Bullying Digital Melalui Edukasi Penggunaan Gawai Seimbang Pada Peserta Didik Di SMP YPI Darul Ulum, Ciawi, Bogor Vika Nurul Mufidah; Risma Lolita; Citra Oktavia Handayani; Zahrani Wardatunnisa; Elfa Nur Mustabsiroh; Ahmad Royani
PRAXIS: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): PRAXIS April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47776/d1g8d612

Abstract

Perkembangan teknologi digital memberikan dampak signifikan terhadap pola interaksi peserta didik, termasuk meningkatnya potensi bullying digital (cyberbullying) yang terjadi melalui media sosial, aplikasi pesan singkat, dan platform digital lainnya. Penggunaan gawai yang tidak terkontrol seringkali memicu perilaku negatif, baik sebagai pelaku maupun korban. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital peserta didik dan mendorong penggunaan gawai yang lebih seimbang sebagai upaya pencegahan bullying digital di SMP YPI. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, workshop interaktif, serta pendampingan dalam praktik penggunaan media digital secara bertanggung jawab. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terhadap konsep bullying digital, dampaknya, serta strategi pencegahannya. Peserta didik juga menunjukkan perubahan sikap dalam penggunaan gawai, seperti membatasi waktu layar, meningkatkan etika komunikasi digital, dan lebih waspada terhadap potensi risiko cyberbullying. Selain itu, pihak sekolah menyatakan bahwa kegiatan ini membantu penguatan budaya positif dan pengawasan digital. Secara keseluruhan, edukasi penggunaan gawai seimbang terbukti efektif sebagai strategi preventif dalam mengurangi risiko bullying digital di kalangan remaja sekolah menengah. Upaya berkelanjutan bersama pihak sekolah dan orang tua direkomendasikan agar literasi digital terus meningkat dan perilaku berinternet yang sehat dapat menjadi kebiasaan jangka panjang.