Ari Dwi Cahyana
Universitas Negeri Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Studi Kasus : Faktor-Faktor Pendorong Perilaku Menyontek Pada Siswa Kelas V Sekolah Dasar Ari Dwi Cahyana
PENA KREATIF : JURNAL PENDIDIKAN Vol 11, No 2 (2022): Pena Kreatif : Jurnal Pendidikan
Publisher : FKIP UM Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jpk.v11i2.3958

Abstract

Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk memberikan perubahan pada diri sang pembelajar, salah satunya adalah perubahan tingkah laku. Namun, karena beragamnya karakter siswa di lingkungan pendidikan menyebabkan terbawanya arus pada kebiasaan kurang baik. Salah satu perbuatan yang kurang baik di lingkungan pendidikan adalah kebiasaan menyontek. Kasus menyontek tak jarang ditemui di setiap jenjang pendidikan, termasukdi jenjang sekolah dasar. Hal ini sangat memprihatinkan, yang mana jenjang sekolah dasar adalah jenjang dimana siswa harus mempelajari dan menirukan kebiasaan-kebiasaan baik. Namun, selain faktor arus yang kurang baik, ada banyak faktor pendorong lainnya siswa sekolah dasar menyontek. Adapun penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor pendorong siswa menyontek. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif jenis studi kasus. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah non probability sampling jenis sampling jenuh, dengan mengambil 31 orang siswa kelas V SDN Mekarjaya sebagai sampel penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan diantaranya observasi, wawancara tidak terstruktur dan dokumentasi. Adapun hasil penelitian diperoleh bahwa kebiasaan menyontek siswa kelas V SDN Mekarjaya disebabkan karena tekanan nilai bagus dari orang tua. Siswa mengaku sebagian besar orang tua siswa apabila mengetahui nilainya jelek maka akan mengancam tidak akan diberikan jajan. Faktor selanjutnya adalah sulit dan banyaknya materi yang diajarkan, diperparah dengan suasana lingkungan belajar yang tidak kondusif sehingga konsentrasi belajar siswa rendah. Faktor terakhir ialah rendahnya kebiasaan siswa membaca kembali materi yang telah diajarkan.