Halawa Analiser
Institut Sains dan Teknologi TD.Pardede

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TEKNOLOGI PENCEGAHAN TERJADINYA SWABAKAR PADA STOCKPILE BATUBARA Halawa Analiser; Ricky Musprianto
Jurnal Sains dan Teknologi ISTP Vol. 13 No. 1 (2020): Juni
Publisher : LPPM ISTP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.747 KB) | DOI: 10.59637/jsti.v13i1.38

Abstract

Permasalahan yang sering terjadi di area Stockpile (lokasi Penumpukan) Batubara adalah salah satunya Swabakar.Semakin lama batubara yang tertumpuk akan semakin banyak panas yang tersimpan di dalam stockpile (tumpukan), karena volume udara yang terkandung dalam tumpukan semakin besar, sehingga kecepatan oksidasi menjadi semakin tinggi. Batubara yang tertumpuk lama biasanya terjadi disebabkan kurangnya permintaan konsumen. Bila terjadi penumpukan terlalu lama akibat tidak adanya permintaan, maka pihak perusahaan perlu menemukan metoda penumpukan yang baik untuk mencegah terjadinya swabakar dan melakukan pengukuran suhu pada beberapa titik pada stockpile batubara, agar dapat segera dilakukan penanganan. Ada beberapa teknologi yang dapat diterapkan antara lainbentuk penumpukan Chevron atau Chevcon. Sedangkan untuk pembongkaranya dapat dilakukan dengan cara Fist in Firtst Out atau Last in First Out.. Pada pebelitian ini, dengan kasus pada tumpukan yang telah dilakukan pada area stockpile Area Banko Barat pada stopile 1H Pit I, maka untukStockpile 1HPit Idisarankan agar menerapkanpenumpukan dengan pola Chevcon yaitu pola yang berbentuk limas terpancung. Batubara dilapangan yaitu batubara subbituminus mempunyai luas 4785 M2 serta memilki kualitas kalori 5200 Kkal/kg.Setiap stockpile harus dipisah dan dibuat parit atau saluran terbuka disekeliling stockpile untuk mencegah air tertahan pada tumpukan atau supaya bagian bawah stockpiledijaga agar tetap kering dan tidak mengandung/jenuh air. Ditemukan bahwa stockpile batubara terlulau tinggi hingga sampai 15 meter. Maka untuk menghindari kecepatan angina dan panas matahari yang berlebhan makasebaiknya dikurangi menjadi 9 meter, terutama bagi stockpile yang sudah dan lebih 30 hari. Sudut tumpukan yang terukur dilapangan juga masih sangat besar, yaitu rata-rata 430, makaharus dikurangi menjadi ≤300 ,untuk menghindari kecepatan angina yang terlalu tinggi pada setiap sisi stockpile batubara. Sisi batubara sebalah timur masih sangat luas. Oleh karena itu perlu diperkecil luasannya, paling tidak sama dengan sisi utara yang sudah ideal. Apalagi kecepatan angin dari sebelah Timur lebih besar dari sebelah Utara.Pembongkaran dan pengankutan stockpile agar tidak terlalu lama terjadi peumpukan maka di terapkan FIFO (First in First Out). Pada Batubara yang sudah terbakar, di lakukan pembongkaran denganalat mekanis pendukung supaya tidak terjadi pembakaran pada batubara yang berada disekitar titik api. Adapun alat mekanis yang mendukung penangan ini, misalnya Backhoe dan excanvator.Alat mekanis seperti excavator harus mempunyai boom yang panjang dan operator dalam keadaan standby dengan kemampuan dan safety yang professional.Saat suhu tumpukan batubara berada pada titik nyala api 1200C langsung dilakukan penanganan agar tumpukan yang di sisi atas tidak ikut terbakar.Stockpile yang terbakar lebih dominan yaitu Stockpile di sisi 1H di sisi timur dikarenakan sisi tersebut mempunyai sisi yang luas dan panjang serta arah angin dan panas matahari lebih dominan ke timur.Asap hasil dari swabakar sangat mengganggu pandangan operator dan mengganggu pernapasan yang berada di dekat tambang tersebut. Oleh karena itu perlu penanam pohon disekitar Area stockpile batubara
EKSPLORASIPENDAHULUAN UNTUK MENENTUKANLOKASI PENYEBARAN BIJIHBESI SEBAGAI MINERAL IKUTAN BIJIH EMAS DI DAERAHPENUNTUNGANKECAMATANPENANGGALAN DAN SEKITARNYA KOTA SUBULUSSALAM, PROVINSI ACEH Halawa Analiser
Jurnal Sains dan Teknologi ISTP Vol. 15 No. 1 (2021): Juni
Publisher : LPPM ISTP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.207 KB) | DOI: 10.59637/jsti.v15i1.64

Abstract

Pemilihan Daerah Kecamatan Penanggalan dan daerah Sekitarnya sebagai lokasi daerah penelitiandisebabkan karena daerah tersebut, memiliki indikasi keterdapatan bijih besi. Bijih besi merupakan bahan galian yang sangat dibutuhkan dalam menunjang perkembangan perekonomian suatu daerah.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk penyelidikan keberadaanbijih besi (Fe+2) dan sumber daya alam kemungkinan lainnya yang terdapat didaerahKecamatan Penanggalan dan sekitarnya, Kota Subulussalam, Provinsi Aceh.Masalah dalam melakukan penelitiann ini diantaranya, geomorfologi daerah penelitian, stratigrafi daerah penelitian, struktur geologi daerah penelitian, sejarah geologi daerah penelitian dan penyebaran sumber daya alam lainya, maupun keadaan geologi lainya. Dari hasil penelitian diperoleh informasi sebagai berikut; Geomorfologi daerah penelitian dapat dibagi menjadi beberapa satuan morfologi yaitu, Satuan morfologi datar, Satuan morfologi landai / bergelombang rendah,Satuan morfologi miring, Satuan morfologi curam menengah, Satuan morfologi curam, Satuan morfologi sangat curam. Sedangkn untuk Srtatigrafi daerah penelitian tersusun atas enam satuan batuan, yakni; Satuan batusabak, Satuan andesit/diorite, Satuan batulanau, Satuan tufa, Satuan batu alluvial. Sejarah daerah penelitian dimulai pada jaman Karbon – Perm dimana di endapkannya beberapa formasi yang mengandung jenis litologi dan mineral yang berbeda-beda, yakni,tekstur, struktur, bentuk, warna, belahan, kekerasan hingga kualitas dan lain-lain, hal ini disebabkan karena proses geologi dan proses biologis. Sumberdaya bijih besi yang terdapat di daerah berdasarkan pengamatan mikroskopis memiliki kadar baik dan penyebarannya menyebar luas didaerah bagian Utara-Timur Laut dari dearah penelitian atau peta geologi yang dihasilkan. Hal ini di buktikan oleh beberapa singkapan bijih besi yang terdapat di daerah penelitian dibagian perbukitan sebelah utara dan bagian timur daerah penelitian cukup besar dan memilki penyebarang singkapan yang banyak.Daerah penelitian selain memiliki sumberdaya Bijih Besi, juga diperkirakan memiliki sumberdaya lain seperti; emas dan timah hitam.Selain itu di daerah penelitian juga terdapat singkapan batubara, diperkirakan mulai dari lignit hingga Subbituminous, dan terdapat dalam bentuk penyebaran yang tidak menerus (discontinuous) pada daerah penelitian.