Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peran Karang Taruna dalam Penguatan UMKM Melalui Media Fotografi di Kelurahan Jebres Priaji Iman Prakoso; Kristina Novi Susanti; Ketut Gura Arta Laras
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 2 (2023): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v5i2.462

Abstract

Banyak pelaku UMKM yang muncul karena potensinya yang luas dan telah berkontribusi dalam kegiatan ekonomi Indonesia. Akan tetapi, mayoritas pelaku UMKM berada pada usia lanjut yang kurang memahami teknologi, sementara kebutuhan akan teknologi terus meningkat. Di sisi lain, karang taruna yang merupakan wadah bagi generasi muda untuk tumbuh dan berkembang, memiliki peran untuk mengembangkan kegiatan ekonomi dengan pendayagunaan semua potensi sumber daya manusia maupun alam. Menjadi sumber daya yang dapat menunjang potensi UMKM melalui pemahamannya di bidang teknologi, khususnya fotografi. Pendampingan fotografi produk menggunakan teknologi tepat guna terhadap karang taruna Kelurahan Jebres, dapat menjadi strategi promosi produk UMKM dalam meningkatkan minat beli calon konsumen. Karang taruna dapat bersinergi dengan pelaku UMKM dalam menguatkan potensi ekonomi di Kelurahan Jebres.
Transformasi Fotografi Jurnalistik Di Era Digital: Studi Kasus Radar Solo Ridwan Fadilah; Fifin Alfianika; Kristina Novi Susanti
Sanggitarupa Vol. 5 No. 1 (2025): Sanggitarupa
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/sanggitarupa.v5i1.6986

Abstract

Era digital telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia jurnalistik. Transformasi ini juga dirasakan dalam bidang fotografi jurnalistik, di mana teknologi digital dan internet mengubah cara pewarta foto bekerja dan menyajikan karya mereka kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi fotografi jurnalistik di era digital dengan studi kasus Radar Solo, salah satu media massa lokal yang mengalami pergeseran dari media cetak ke platform digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui dokumentasi, wawancara mendalam, dan observasi partisipatif. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teori elemen visual fotografi, teori representasi, dan teori teknologi media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi fotografi jurnalistik di Radar Solo meliputi perubahan signifikan pada elemen visual, penggunaan teknologi digital dalam proses pengambilan dan pengeditan foto, serta strategi adaptasi melalui integrasi media sosial dan portal berita daring. Pewarta foto Radar Solo juga mengalami perubahan dalam pendekatan mereka terhadap penciptaan foto jurnalistik, dengan fokus yang lebih besar pada visual yang menarik dan relevansi informasi dalam konteks digital. Penelitian ini memberikan gambaran komprehensif mengenai bagaimana teknologi digital memengaruhi praktik fotografi jurnalistik serta menawarkan wawasan bagi media massa dalam menghadapi tantangan era digital. Temuan ini diharapkan dapat menjadi kontribusi penting dalam kajian fotografi jurnalistik dan adaptasi media massa di tengah perubahan teknologi yang terus berkembang. Kata kunci: era digital, fotografi jurnalistik, Radar Solo, transformasi, media massa.
Documentary Photography And Video To Enhance The Social Impact Of Rantara 2025 Inclusive Painting Exhibition Ridwan Fadilah Rizqi; Rio Aditya Rakhmadila; Muhammad Dziki Alfaruq; Kristina Novi Susanti
Journal of Interdisciplinary Social Sciences and Humanities Vol. 2 No. 2 (2026): Interdisciplinary Social Sciences and Humanities
Publisher : Journal of Interdisciplinary Social Sciences and Humanities

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Through an audio-visual approach, the author not only captures moments of the exhibition activities but conveys a deeper story of how the photos and videos captured open new views on courage, diversity and inclusion in the Rantara painting exhibition. The Rantara exhibition is a forum for friends with disabilities to have equal opportunities to exhibit and sell their works, collaborate with professional painting artists so that in the future they can confidently enter the commercial art world.  RANTARA is not just an art appreciation event, but a contemplation space that raises awareness of the importance of inclusion in art and serves as a universal communication bridge. The social impact of documentary photography and video makes every individual entitled to be heard and valued, this exhibition, as part of the MBKM Mandiri Humanitarian Project of ISI Surakarta in partnership with Hanenda Vocational House, places art as a tool to convey perspectives and life experiences. Therefore, documentary photography and video play a fundamental role in recording, disseminating and amplifying the inclusive narrative that RANTARA promotes. By utilizing the visual power of photography and documentary video, it captures authentic processes, interactions and emotions. The exhibition seeks to not only represent diversity, but also evoke empathy and understanding from a wider public, so that its social impact can be measurable and sustainable.
Optimalisasi Mixed Light dalam Fotografi Produk: Workshop untuk Teman Tuli Surakarta Ayuningtias BP; Wahyu Sukma Nada; Kristina Novi Susanti
Abdi Seni Vol. 16 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/abdiseni.v16i2.7504

Abstract

Product photography training is one of the relevant empowerment efforts to support the potential of the deaf community in the era of the creative economy. Deaf individuals have advantages in the visual field; however, limited access to practical training often becomes an obstacle to selfdevelopment. This activity aims to optimize the use of mixed light techniques, which combine natural light and artificial light, in product photography practices through an inclusive workshop. The method used was direct practice at the DPC Gerkatin Surakarta location with a visual approach and the use of sign language to ensure full accessibility for the participants. The workshop was held on May 24, 2025, with a total of 15 participants. The training materials included basic product photography, lighting principles, and hands-on practice using mixed light techniques. The results of this activity showed an increase in participants' understanding of lighting techniques and their ability to produce product photos suitable for promotional purposes. This workshop also improved participants' self-confidence and opened opportunities for skill development in the creative economy sector. The activity proved that an inclusive and practicebased photography approach can be an effective means of empowerment for the deaf community. Keywords: deaf community, product photography, mixed light