Fadhliatul Ghina
STKIP An-Nur Nangro Aceh Darussalam Banda Aceh

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EFEKTIVITAS METODE TPR DALAM PENGAJARAN BAHASA INGGRIS DASAR KEPADA PARA NELAYAN DI DESA BLUKA TEUBAI KEC. DEWANTARA KAB. ACEH UTARA Nurmainiati; Fadhliatul Ghina
Jurnal Genta Mulia Vol. 12 No. 1 (2021): JURNAL GENTA MULIA
Publisher : STKIP Bina Bangsa Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61290/gm.v12i1.198

Abstract

Penelitian ini tentang efektivitas metode TPR dalam pengajaran bahasa Inggris Dasar kepada para nelayan di desa Bluka Teubai Kec. Dewantara Kab. Aceh Utara. Penelitian ini menggunakan metode Kuantitatif Deskriptif. Subjek penelitian adalah 20 orang nelayan yang berada di Desa Bluka Teubai.Pengumpulan data dengan menggunakan tes, angket, dan wawancara dan data dianalisa dengan menggunakan teknik reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkannilai post-test lebih tinggi dari pada pre-test. Jadi thitung = 9.39 > ttabel = 1.73 sehingga H0 ditolak. Selanjutnya, para nelayan memberikan respon positif terhadap pembelajaran bahasa Inggris dasar dengan menggunakan metode TPR. Dari angket bisa dilihat bahwa 75% dari mereka suka belajar bahasa inggris dengan menggunakan metode tersebut, 50% dari mereka menyatakan mudah belajar bahasa Inggris dengan menggunakan TPR, 60% dari nelayan menyebutkan sulit pengucapan kosakata dalam bahasa Inggris, 65% dari mereka mengatakan sulit membaca dalam bahasa Inggris, 60% dari nelayan menyebutkan sangat sulit mendengar kosakata dalam bahasa Inggris, tetapi 70% dari para nelayan menyebutkan bahwa metode TPR membantu mereka dalam mempelajari bahasa Inggris, 55% dari mereka mengatakan metode TPR dapat meningkatkan bahasa Inggris mereka, 50% dari mereka sungguh ingin untuk mempertajam kemampuan bahasa Inggris mereka, 70% mengatakan bahwa penelitian ini sangat bermanfaat bagi mereka, dan 55% mereka menjadi lebih percaya diri ketika melaut karena mampu menguasai bahasa Inggris. Berdasarkan hasil wawancara, di dapatkan faktor yang dihadapi nelayan dalam mempelajari bahasa Inggris dasar; Pengucapan, menulis, membaca, mendengar, berbicara, menghafal, kurangnya berinteraksi, susah dalam membuat kalimat, kurang kesadaran dan motivasi dalam mempelajari bahasa Inggris.
RESPON SISWA TERHADAP PEMBELAJARAN DARING PADA PELAJARAN GRAMPOSE (DI PONDOK PESANTREN BABUN NAJAH ) Nurmainiati Nurmainiati; Fadhliatul Ghina
Jurnal Genta Mulia Vol. 12 No. 2 (2021): JURNAL GENTA MULIA
Publisher : STKIP Bina Bangsa Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61290/gm.v12i2.404

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran daring pada pelajaran Grampose selama pandemi covid-19 di Pondok Pesantren Babun Najah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskritif. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan kuesioner kepada siswa pada akhir semester. Populasi sebanyak 143 siswa yang terbagi ke dalam 6 kelas. Subjek penelitian melibatkan 3 kelas (X-Mia2, X-Mia4 dan X-IIS2) siswa laki-laki sebanyak 70 orang. Pembelajaran daring dilakukan melalui WhatsApp Group dan Zoom Meet. Hasil penelitian ditemukan bahwa 43 siswa (61.45%) tidak terkendala signal dalam proses pembelajaran. 63 siswa (90%) mahir menggunakan internet dan aplikasi Whats APP Group dan Zoom Meet. 57 siswa (81.42%) bahwa jaringan internet di daerah mereka lancar dan koneksinya bagus dan mereka mengetahui cara mengakses pembelajaran daring. 52 (74.28%) siswa mengatakan komunikasi antara guru dan siswa berjalan dengan baik. 48 (68.57%) siswa bahwa diskusi daring antara mereka dan guru pengajar Grampose berjalan sesuai dengan yang diharapkan. 68 (97.14%) siswa lebih tertarik belajar di kelas karena bisa berinteraksi langsung dengan guru dan teman. 40 (57.14%) siswa tertekan karena tugas yang diberikan terlalu banyak. 41 (58.57%) siswa sering tidak sempat membaca bahan ajar. 49 (70%) siswa lebih memahami bahan ajar yang berbentuk video. 33 (47.14%) siswa kurang konsentrasi belajar dengan Whatapp dan Zoom Meet. 68 (97.14%) siswa memiliki kuota terbatas dan sekolah tidak perlu memberikan pelatihan tentang pembelajaran daring. 65(92.85%) mereka tidak memiliki cukup waktu bertemu teman, dan 61 (87.14%) siswa lebih banyak menghabiskan waktu dengan keluarga dari pada belajar.