Rahmad Br Perangin-angin
SD Negeri 047166 Sukadame

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENERAPAN MODEL INQUIRY LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (PKN) DI KELAS VI SD NEGERI 040527 TIGAPANAH SEMESTER II T.P 2019/2020 Rahmad Br Perangin-angin
Jurnal Binagogik Vol. 8 No. 2 (2021): JURNAL BINAGOGIK
Publisher : LPPM STKIP Bina Bangsa Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.572 KB) | DOI: 10.61290/pgsd.v8i2.234

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan menerapkan modelinquiry learning selama kegiatan belajar mengajar dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di Kelas VI SD Negeri 040527 Tigapanah. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa Kelas VI SD Negeri 040527 Tigapanah dengan jumlah siswa sebanyak 24 orang. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan revisi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Hasil belajar kognitif siswa melalui model pembelajaran inquiry dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) berhasil mencapai ketuntasan. Pada siklus I siswa tuntas 9 orang dengan dengan rata-rata 63,33. Pada siklus II siswa tuntas 21 orang dengan rata-rata mencapai 83,33 dan kelas tuntas. Ketuntasan hasil belajar kognitif ini terjadi karena dalam melakukan diskusi kelompok, siswa sudah mampu bekerja sama dengan baik; 2) Afektifsiswa melalui model pembelajaran inquiry dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) mengalami perubahan menjadi lebih baik pada setiap indikatornya. Perubahan ini terjadi karena guru memberikan motivasi yang agar siswa memperbaiki sikapnya selama pembelajaran; 3) Psikomotorik siswa melalui model pembelajaran inquiry dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) mengalami perubahan menjadi lebih baik pada setiap indikatornya. Perubahan ini terjadi karena siswa sudah berani menyampaikan pendapat dan mempertahankan argumentasinya