Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Ancaman Industrialisasi Dalam Masyarakat Risiko Nauval Karyo Bisyafar; Nabil Reza Maulana; Satria Mahardika Tri Purnama
Concept: Journal of Social Humanities and Education Vol. 2 No. 2 (2023): Juni: Concept: Journal of Social Humanities and Education
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/concept.v2i2.278

Abstract

Dimasa yang serba modern ini Perubahan terjadi dalam kehidupan bermasyarakat di seluruh penjuru yang ada di dunia ini merupakan suatu kondisi yang sangatlah normal, dampak serta pengaruh yang terjadi tersebut menyebar dengan cepat ke belahan lain dunia ini, hal tersebut juga bagian dari berkembangnya komunikasi yang kian modern. Munculnya banyak inovasi penemuan baru yang ada di bidang teknologi, terjadinya proses perubahan yang cepat atau biasa dinamakan dengan revolusi, modernisasi dan yang terjadi kedepanya dalam suatu daerah, memungkinkan kita secara cepat dan efisien dapat mengetahui berbagai informasi yang kita butuhkan. Kemajuan tersebut tentunya juga tidak luput dari peran kemajuan dalam bidang perindustrian yang menghasilkan teknologi tersebut. Berbagai kemajuan yang terjadi menyangkup berbagai aspek itu dinamakan modernisasi. Modernisasi yang muncul di bidang industri dinamakan industrialisasi. Tentu banyak efek positif yang dapat diambil dari proses industrialisasi itu. Namun, dilain sisi tentu juga menyebabkan dampak negatif ataupun meningkatnya risiko yang muncul didalam masyarakat. Risiko yang muncul didalam lingkungan masyarakat merupakan konsekuensi yang harus diterima oleh masyarakat sekitar baik yang terlibat maupun tidak sebagai bentuk dari dampak dari adanya industri. Pada kasus ini teori masyarakat risiko digunakan sebagai acuan yang digunakan didalam eb sebagai bentuk dari pencegahan dari dampak yang mungkin saja timbul. Sebab dalam suatu kegiatan atau aktivitas tentu ada yang namanya risiko walau sekecil apapun pasti terkandung unsur risiko didalamnya. Mengapa risiko sangat penting untuk diminimalisir sebab risiko merupakan suatu bentuk ketidakpastian yang muncul didalam suatu hal dan memiliki unsur bahaya didalamnya. Oleh karena itu risiko sangatlah penting untuk diminimalisir karena bahaya yang memungkinkan datang dimana saja, kapan saja dan kepada siapa saja.
Potret Angkringan di Era Gempuran Coffeeshop Satria Mahardika Tri Purnama; Nauval Karyo Bisyafar; Nabil Reza Maulana
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6: Mei 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v2i6.1658

Abstract

Indonesia sendiri merupakan negara kepulauan yang memiliki banyak agama, ras, suku, budaya dan berbagai macam vegetasi alam yang berbeda beda pula di setiap wilayah yang tentunya sangat berpengaruh dalam mata pencaharian penduduknya dalam setiap wilayah. Wirausaha merupakan salah satu mata pencaharian yang banyak di minati oleh berbagai kalangan di indonesia. Bukan tanpa sebab mengapa wirausaha memiliki banyak peminat dari berbagai kalangan, tapi karena wirausaha dapat menghasilkan laba yang tidak memiliki batasan , flexibel dalam penggunaan waktu, dan tidak terikat orang lain yang artinya seseorang sebagai wirausahawan memungkinkan bebas dalam menentukan apa saja yang akan seorang wirausaha lakukan dalam mendirikan serta menjalankan usaha/bisnis tanpa terikat peraturan yang di buat orang lain. Wirausaha sendiri yang sering di implementasikan di indonesia sendiri antara lain, membuka usaha coffeeshop, angkringan, membangun toko, jasa desain grafis, bisnis percetakan, dan masih banyak lagi. Angkringan dan coffeeshop merupakan dua jenis wirausaha yang sama sama menjual makanan dan minuman. Kedua jenis usaha tersebut juga identik dengan yang orang orang sebut dengan tenpat ngopi. Dengan adanya kedua tempat usaha tersebut juga dapat dijadikan sebagai sarana interaksi sosial yang tentunya berpengaruh dalam lingkup masyarakat, sebab terkadang kedua tempat tersebut dijadikan pelarian untuk melepas penat dari rutinitas yang melelah kan bagi beberapa orang yang tinggal di kota. Yang menarik adalah meskipun terdapat perbedaan keduanya dalam segi status sosialnya, tetapi kenapa angkringan yang memiliki kelas sosial lebih rendah dari coffeeshop mampu bersaing alam segi jumlah peminat yang dimiliki angkringan dan coffeeshop. Padahal coffeeshop yang pada dasarnya memiliki kualitas serta fasilitas yang di berikan lebih baik dari angkringan, tapi bagaimana angkringan yang lebih sederhana dan tradisional mampu mempertahankan jumlah peminatnya.