abdullah syahab
Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama UIN Raden Fatah Palembang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERAN CIVIL SOCIETY DALAM FILANTROPI ISLAM abdullah syahab
TAJDID: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 13 No. 2 (2014): Kajian Ilmu Ushuluddin dan Studi Agama
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Studies UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/tjd.v13i2.9

Abstract

Runtuhnya orde baru dan masuknya Indonesia ke era reformasi telah memberikan peran besar civil society di Indonesia. Peranan civil society dalam pembangunan negara sangat strategis pada pemerintahan Indonesia yang mengedepankan demokratis dalam pengelolaan negara. Salah satunya dalam pengelolaan zakat di Indonesia. Korupsi, kolusi dan nepotisme pada pemerintahan pada masa reformasi telah mempengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pengelola zakat yang dikelola negara. Kebijakan good governance juga telah menumbuhkan pergerakan civil society di Indonesia khususnya dalam memberikan kontribusi bagi perkembangan pengelolaan zakat di Indonesia. Menguatnya peran civil society merupakan realitas sosial kontemporer di Indonesia.
PENGARUH NEO-REVIVALIS ISLAM TERHADAP SEKULERISME DI PALESTINA abdullah syahab
TAJDID: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 16 No. 1 (2017): Kajian Ilmu Ushuluddin dan Studi Agama
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Studies UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.848 KB) | DOI: 10.30631/tjd.v16i1.51

Abstract

Artikel ini membahas serunya persinggungan neo-revilaimse dengan sekulerisme dalam Dunia Islam khususnya di Timur Tengah. Kasus yang diambil adalah kiprah Ikhwanul Muslimin melalui organisasi sayapnya yakni Hamas di Palestina dalam menghadang pertumbuhan sekulerisme. Kebangkitan Umat Islam dunia diiringi dengan berkembangnya Neo-revivalis Islam yang bercita-cita mengembalikan Islam tanpa menghilangkan nasionalisme terhadap negara. Hamas telah mendapatkan dukungan dan kepercayaan rakyat Palestina. Sekulerisme justru mengakibatkan umat Islam termarjinalkan bidang politik, ekonomi, dan budaya. Artikel ini menemukan bahwa gerakan neorevivalis Islam merupakan reaksi atas hegemoni Barat dan kesadaran baru umat Islam terhadap ajaran Islam yang telah lama hilang akibat sekulerisme yang ditanamkan Barat.
IKHWANUL MUSLIMIN DAN DEMOKRASI DI MESIR abdullah syahab
TAJDID: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 16 No. 2 (2017): Kajian Ilmu Ushuluddin dan Studi Agama
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Studies UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.823 KB) | DOI: 10.30631/tjd.v16i2.55

Abstract

Demokirasi di negara-negara mayoritas muslim bergulir sejak berakhirnya perang dunia II, bukan hanya kalangan sekuler yang mengikuti Pemilu namun gerakan Islam seperti Ikhwanul Muslimin yang dicap radikal dan identik dengan terorisme juga mengambil bagian dalam pesta demokrasi di Mesir, Walau harus berhadapan dengan pemimpin otoriter dan mengalami berbagai macam teror, penyiksaan dan pembunuhan, gerakan Islam ini tetap istiqomah bahkan pada akhirnya mendapatkan kepercayaan masyarakat Mesir. Democratization in Muslim-majority countries has been running since the end of World War II, not just secularists who participated in the elections but Islamic movements like the Muslim Brotherhood stamped as radical and identical with terrorism also took part in the democratic party in Egypt. Despite having to deal with authoritarian leaders and experienced various kinds of terror, torture and murder, this Islamic movement still istiqomah even in the end get the trust of Egyptian society.