ermawati ermawati
Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama UIN STS Jambi

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KEJU, MINYAK SAMIN DAN JAKET KULIT PRODUKSI NON-MUSLIM DALAM PERSPEKTIF HADITS ermawati ermawati
TAJDID: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 13 No. 2 (2014): Kajian Ilmu Ushuluddin dan Studi Agama
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Studies UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/tjd.v13i2.10

Abstract

Berkenaan dengan telah makin beragamnya jenis makan dihasilkan, di Indonesia bermunculan restoran-restoran, depot makanan, food court dan sebagainya yang menyajikan beragam makanan. Sementara pihak konsumen dalam hal ini seringkali tidak mengetahui bahan dan proses pembuatan makanan tersebut. Bagi kaum Muslim, dalam konteks ini terdapat satu persoalan krusial yakni status halal dan haram dari makanan tersebut. Artikel ini hendak mengetahui sikap mana yang layak dipegangi dengan mencoba mencari teladan yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Analisis dalam artikel ini menggunakan metode takhrij hadits atas hadits yang memiliki korelasi dengan persoalan di atas. Penulis menemukan satu hadits yang mempunyai korelasi dengan hal tersebut, yaitu hadits tentang hukum memakan mentega dan keju, hukum memakai mantel kulit berbulu serta garisan tentang halal dan haram. Hadits ini akan dibahas secara tahlili dari segi takhrij sanad dan dari segi analisa Fiqhul hadits.
STUDY NASKAH TENTANG THALAQ DALAM KITAB TAFSIR MA‘ĀLIM AL-TANZĪL KARYA AL-BAGHAWI ermawati ermawati
TAJDID: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 16 No. 1 (2017): Kajian Ilmu Ushuluddin dan Studi Agama
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Studies UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (701.542 KB) | DOI: 10.30631/tjd.v16i1.54

Abstract

Artikel ini merupakan hasil studi naskah atas tafsir al-Baghawi khususnya ketika menafsirkan surat al-Baqarah ayat 228 yang berbicara tentang thalaq. Telaah ini ingin mengetahui gaya penafsiran al-Baghawi dalam menafsirkan ayat tentang thalaq. Dari studi naskah yang dilakukan, dapat diketahui bahwa al-Baghawi sangat hati-hati dalam menafsirkan al-Qur’an serta tidak gegabah dalam menentukan pendapatnya. Al-Baghawi terlebih dahulu mengemukakan pendapat-pendapat yang diambil dari riwayat-riwayat kuat (riwāyah), sedangkan dalam menetapkan hukum dia melandaskannya pada ayat al-Qur’an. Penulis menilai bahwa penafsiran yang dikemukakan al-Baghawi didasarkan pada dalil-dalil yang shahih dan dari ayat-ayat al-Qur’an. Al-Baghawi telah mengembangkan paham bahwa ayat-ayat al-Qur’an saling menjelaskan antara satu dengan yang lain (yufasiru ba’dhuhū ba’dhan) dan metode tafsīr bi al-ma'tsur.
BERITA HOAX DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN ermawati ermawati; Sirajuddin Sirajuddin
TAJDID: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 17 No. 1 (2018): Kajian Ilmu Ushuluddin dan Studi Agama
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Studies UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.589 KB) | DOI: 10.30631/tjd.v17i1.66

Abstract

This research is motivated by a reality that is apprehensive and requires attention, namely the ease with which people are affected by news hoaxes (hoaxes), then easily spread the news through increasingly sophisticated social media without considering the truth or failure of the news. This indicates a lack of public understanding of hoaxes and what effects they will have. In fact, in the Qur'an, things like this are strictly prohibited. So, this is what encourages the writer to study more about hoax news in the perspective of the Qur'an. The theory or method that the writer uses to analyze this problem is the interpretation of maudhu'i / thematic. The conclusion that can be taken in the results of this study is a general description of hoax news, both in terms of the history and meaning of the word hoax, then knowing the verses of hoaxes in the Qur'an, and knowing the forms of hoaxes in the Qur'an and tabayyun simulations the Qur'anic perspective in dealing with news hoaxes, such as reading, studying, looking for clear references and asking those who are more understanding. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh realitas yang memprihatinkan dan memerlukan perhatian, yaitu mudahnya masyarakat terpengaruh oleh berita hoax (berita bohong), lalu dengan mudahnya menyebarkan berita tersebut melalui media sosial yang semakin canggih tanpa memperdulikan benar atau tidaknya berita tersebut. Hal ini menandakan kurangnya pemahaman masyarakat mengenai hoax (berita bohong) dan apa saja dampak yang akan ditimbulkannya. Padahal, di dalam Al-Qur;an hal seperti ini dilarang keras. Jadi, hal inilah yang mendorong penulis untuk mengkaji lebih lanjut mengenai berita hoax (berita bohong) dalam perspektif Al-Qur’an. Adapun teori atau metode yang penulis gunakan untuk menganalisis permasalahan ini adalah tafsir maudhu’i/tematik. Kesimpulan yang dapat diambil dalam hasil penelitian ini adalah penggambaran umum mengenai berita hoax, baik dalam sisi sejarah dan pemaknaan kata hoax, lalu mengetahui ayat-ayat hoax dalam Al-Qur’an, dan mengetahui bentuk hoax dalam Al-Qur’an serta simulasi tabayyun perspektif Al-Qur’an dalam menyikapi berita hoax, seperti membaca, menelaah, mencari referensi yang jelas dan bertanya kepada yang lebih paham.