Mohammad Deny Irawan
SPS UIN Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ISLAM WAÅžATIYYAH: REFLEKSI ANTARA ISLAM MODERN DAN UPAYA MODERASI ISLAM Mohammad Deny Irawan
TAJDID: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 16 No. 2 (2017): Kajian Ilmu Ushuluddin dan Studi Agama
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Studies UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (865.857 KB) | DOI: 10.30631/tjd.v16i2.57

Abstract

Diskursus tentang Islam moderat di dunia akademik mulai mencuat ke permukaan. bagaimana tidak? ketegangan yang muncul di Timur tengah, stagnanisasi perkembangan islam di Afrika hingga islamophobia di Eropa sangat berperan penting dalam kemunculan wacana islam moderat yang ditawarkan muslim di Indonesia. Islam di Indonesia memang memiliki kecendrungan berbeda dibandingan komunitas muslim di beberapa negara. Azyumardi Azra dalam sesi perkuliahan berulang kali mengungkapkan pentingnya pengembangan corak muslim yang diperagakan di Indonesia. Sebagai negara dengan mayoritas muslim terbesar di dunia, Indonesia juga memeragakan peranan penting dalam membuat citra Islam sedikit bergeser dari setnimen keekrasan berujung kekerasan ke Islam yang memiliki cara pandang cinta damai namun tetap berada dalam bingkai Islam. Discourse on moderate Islam in the academic world began to stick to the surface. How come? the emerging tensions in the Middle East, the stagnantization of the development of Islam in Africa to Islamophobia in Europe play an important role in the emergence of moderate Islamic discourse offered by Muslims in Indonesia. Islam in Indonesia does have a different tendency than the Muslim community in some countries. Azyumardi Azra in a lecture session repeatedly expressed the importance of developing a modeled musical style in Indonesia. As a country with the largest Muslim majority in the world, Indonesia also demonstrates an important role in making the image of Islam slightly shifted from a set of sentiments of violence-endowed violence to Islam that has a peaceful love outlook but remains within the framework of Islam.
RESPON ISLAM TERHADAP PERUBAHAN SOSIAL Mohammad Deny Irawan
TAJDID: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 17 No. 1 (2018): Kajian Ilmu Ushuluddin dan Studi Agama
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Studies UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1103.902 KB) | DOI: 10.30631/tjd.v17i1.64

Abstract

As a universal religion, Islam has promised social change in society. Even so, a number of Muslim and Islamic scholars have also admitted that Islam has all the conditions to rise and color the social life of the world community. This article will explain the Islamic response to social change in society, including the role of fatwa as ijtihad products. Religion and Social still get space in the community. At least there are 3 bargaining power positions that are given between religion and society, namely: Religious affairs are more dominant, community affairs are more dominant and compromise between religion and social society in the frame of religion and social frame. This certainly shows that religion as a response to social change as a win-win solution to community life. Sebagai agama universal, Islam telah menjanjikan perubahan sosial di masyarakat. Pun demikian dengan sejumlah cendekiawan muslim serta Islamolog ikut mengakui jika Islam memiliki segala syarat untuk bangkit dan mewarnai kehidupan sosial masyarakat dunia. Artikel ini akan menjelaskan tentang respon Islam terhadap perubahan sosial masyarakat termasuk juga perani fatwa sebagai produk ijtihad. Agama dan Sosial masih mendapatkan ruang di masyarakat. Setidaknya ada 3 posisi daya tawar yang diberikan antara agama dan masyarakat, yaitu: Urusan agama lebih dominan, urusan masyarakat lebih dominan dan kompromi antara agama dan sosial kemasyarakatan dalam bingkai agama maupun bingkai sosial. Hal ini tentunya menunjukan bahwa agama sebagai respon perubahan sosial sebagai win win solution kehidupan bermasyarakat.