Muhammad Sakti Garwan
UIN Sunan Kalijga

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TELAAH TAFSIR EKOLOGI Q.S AL-BAQARAH AYAT 30: Mengungkap Sikap Antroposentris Manusia Pada Kawasan Ake Jira Halmahera Muhammad Sakti Garwan
TAJDID: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 18 No. 1 (2019): Kajian Ilmu Ushuluddin dan Studi Agama
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Studies UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1189.433 KB) | DOI: 10.30631/tjd.v18i1.77

Abstract

Tulisan ini akan mendeskripsikan perihal pegelolaan kawasan Ake Jira, salah satu kawasan hutan yang ada di pulau Halmahera, penulis meninjau persoalan tersebut dengan tinjauan tafsir ekologi, salah satu corak tafsir kontemporer dengan merujuk pada Q.S al-Baqarah (2): 30, yang membincang seputar eksistensi manusia sebagai khalifah di muka bumi. Tulisan ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, juga model critical discourse analysis (CDA) untuk mengungkap sikap antroposentris pada manusia, yakni suatu sikap yang menganggap manusialah makhluk yang istimewa dengan akal pikiran yang dimikili, hingga dapat mengolah alam dengan bebas. Hasil dari tulisan ini, penulis menemukan bahwa dalam perspektif tafsir ekologi pada Q.S al-Baqarah (2): 30, manusia sebagai manusia yang diberi pengetahuan oleh Allah SWT, seharusnya menggunakannya untuk mengelolah alam, dikarenakan keduanya adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Jika saja tidak dikelolah dengan baik maka, manusia hanya akan menunjukan sikap antroposentris, seperti yang tergambar pada pengelolan perusahaan PT. IWIP di kawasan Ake Jira, yang membuat sumber air dan beberapa sistem ekologi lain pada kawasan tersebut menjadi terganggu, padahal sistem ekologi itu juga merupakan sumber kehidupan bagi masyarakat adat Tobelo Dalam juga beberapa wilayah sekitar.
TELAAH HERMENEUTIKA DALAM KITAB TA’WIL MUKHTALIF AL-HADITS KARANGAN IBN QUTAYBAH Muhammad Sakti Garwan
TAJDID: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 19 No. 2 (2020): Kajian Ilmu Ushuluddin dan Studi Agama
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Studies UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.459 KB) | DOI: 10.30631/tjd.v19i2.121

Abstract

This article examines the book Ta‟wil Mukhtalif al-Hadits, written by Ibn Qutaybah. This book is compiled in response to the political turmoil that occurred during his lifetime. Ibn Qutaybah also wanted to dispel the assumption that some groups who accused the scholars of hadith, had committed negligence, by narrating hadiths that are in conflict with each other that are not in line with the Qur‟an and the understanding of reason. This study uses the library method by making the book Ta‟wil Mukhtalif al-Hadits the primary source. In addition, the author uses the theory of hermeneutics as an analytical tool to categorize this book as a hermeneutic book of classical hadith. The results of the study stated that the book Ta‟wil Mukhtalif al-Hadits has its own characteristics in looking at the hadith that seem to be contradictory but in terms of meaning is not, and also he took excellent steps in completing a hadith of the Prophet Muhammad saw., in that method and step until the book Ta‟wil Mukhtalif al-Hadits is categorized as a hermeneutic book of classical hadith. Tulisan ini menelaah kitab Ta‟wil Mukhtalif al-Hadits, yang dikarang oleh Ibn Qutaybah. Kitab ini disusun sebagai respons tentang pergolakan politik yang terjadi pada masa beliau hidup. Ibn Qutaybah juga ingin menepis anggapan sebagian golongan yang menuduh ulama hadis telah melakukan kecerobohan dengan meriwayatkan hadis yang saling berlawanan yang tidak sejalan dengan al-Qur‟an dan pemahaman akal. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan dengan menjadikan kitab Ta‟wil Mukhtalif al-Hadits sebagai sumber primer. Selain itu, penulis menggunakan teori hermeneutika sebagai alat analisis untuk mengategorikan kitab ini sebagai kitab hermeneutika hadis klasik. Hasil penelitian menyatakan bahwa kitab Ta‟wil Mukhtalif al-Hadits mempunyai karakteristik tersendiri dalam melihat hadis-hadis yang kelihatan saling kontra namun pada segi maknanya tidak, dan juga beliau mengambil langkah-langkah yang sangat baik dalam penyelesaian suatu hadis Nabi Muhammad saw., dalam metode dan langkah itulah hingga kitab Ta‟wil Mukhtalif al-Hadits ini dikategorikan sebagai kitab hermeneutika hadis klasik.