Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kontekstualisasi Nilai-Nilai Pendidikan Islam Moderat Melalui Program Keagamaan dan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Pada Siswa Di SMP Negeri 5 Bojonegoro Fela Nafiyati; Muizzudin, Muhammad
AL-MIKRAJ Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol. 5 No. 2 (2025): Al-Mikraj, Jurnal Studi Islam dan Humaniora
Publisher : Pascasarjana Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/almikraj.v5i2.7182

Abstract

This study aims to explore the contextualization of moderate Islamic values in SMP Negeri 5 Bojonegoro through religious programs and the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5). The research employs a qualitative descriptive approach with data collected through interviews, observations, and documentation. The findings reveal that moderate Islamic values such as tolerance, justice, balance, deliberation, and openness are integrated into various school activities, particularly through the Religious Programs and P5 projects. These values are contextualized by adjusting learning content and approaches to the school's pluralistic environment, where students of diverse religious backgrounds interact harmoniously. The Religious Program promotes values of peace and inclusivity through joint worship, interfaith dialogues, and character-building activities. Meanwhile, P5 projects focus on real-life applications of tolerance and cooperation among students from different faiths and backgrounds. Supporting factors in this contextualization include the school’s status as a driving school, the commitment of school leaders and teachers, active parental involvement, and a conducive school culture. In contrast, inhibiting factors include limited time allocation, lack of resources, and differences in understanding moderate values among stakeholders. Overall, the study concludes that contextualizing moderate Islamic values in public schools with diverse students is both possible and effective when supported by inclusive educational strategies and strong collaboration among stakeholders. This research contributes to the discourse on religious moderation in education and provides a practical reference for other schools aiming to build inclusive, tolerant environments through curriculum and extracurricular innovation
Al-Rabt baina al-Nadariyah wa al-Tatbiq fi Tadris al-Nahwi Muizzudin, Muhammad
Jurnal Al Bayan : Jurnal Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Vol 7 No 1 (2015): Jurnal Al Bayan: Jurnal Jurusan Pendidikan Bahasa Arab
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/albayan.v7i1.380

Abstract

 Pada umumnya para pebelajar Bahasa Arab memiliki kesan bahwa belajar Nahwu itu sulit dan rumit. Padahal setiap Bahasa di dunia manapun secara linguistik memiliki tingkat kesulitan dan kemudahan  yang beragam secara tata bahasa. Hal itu bergantung pada karakteristik (khashȃish) sistematika Bahasa, baik pada tataran fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik. Pada tataran struktur bahasa Arab sangat syarat dengan system I’rȃb, ‘ȃmil, dan sintem gender yang menjadi perhatian bagi pebelajar di Madrasah namun, Pada kenyataan di lapangan kaidah bahasa Arab ini menjadi pokok masalah yang menjadi penyebab kekeliruan dan kesalahan pebelajar di Madrasah pada umumnya.Dalam kurikulum di Madrasah tentang kajian nahwu masuk dalam materi pelajaran bahasa Arab di Madrasah antara lain: Isim dhȃmir, isim isyȃrah, ‘ȃmil jawȃzim dan lainnya. Materi secara teori kajian sangat luas namun praktek di lapangan hanya beberapa kaidah bahasa Arab yang digunakan di Madrasah dalam Permenag 2008. Hal ini disesuaikan dengan kebutuhan komunikasi bahasa Arab yang gradasi penggunaannya lebih sering digunakan misalnya dalam materi Isim dhȃmir yang dipelajari hanya penggunaan Isim dhȃmir: هـو، هـي، هم،هن، أنتَ، أنتِ، أنتم أنتن.  Demikian pula dalam kajiam isim Isyȃrah hanya menggunakan kaidah nahwu yang sederhana di MTs yaitu::ذلك، تلك dan هـذا ، هـذه. Kata Kunci:Nahwu, Isim dhȃmir, isim isyȃrah, ‘ȃmil jawȃzim, I’rȃb, ‘ȃmil,