Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Determinan Kepuasan Kerja Perawat Melalui Stres Kerja Muhammad Ridwan; Pahlawansyah Harahap; Sujito; Indarto; Ardiani Ika Sulistyawati
Jurnal Ekonomi Vol. 28 No. 1 (2023): March 2023
Publisher : Fakultas Ekonom dan Bisnis, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/je.v28i1.1398

Abstract

This study aimd to empirically test and analyze the influence of the work environment, workload and communication on job satisfaction with work stress as an intervening variable with samples processed 132 nurses who worked at Permata Medika Hospital Semarang using the convenience sampling method. The analytical tool using PLS. The results of the validity test of all the indicators showed that there were no indicators that had to be dropped. The results of the reliability test showed that it reliable. The adjusted R square for the work stress is 97.300 per cent while the job satisfaction is of 89.200 per cent. The results of the direct effect test: that the work environment and workload have an effect on work stress, but communication has no effect on work stress. Then workload, communication and work stress are proven to have an effect on job satisfaction, but the work environment has no effect on job satisfaction.
PENGARUH BEBAN KERJA, KOMPENSASI, KOMUNIKASI TERHADAP TURNOVER INTENTION MELALUI MOTIVASI DI TRC Tina Yulianty Widagdo; Sujito; Adijati Utaminingsih
CAPITAL: Jurnal Ekonomi dan Manajemen Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/capital.v9i1.19948

Abstract

Penelitian memiliki tujuan menganalisa pengaruh tingkat beban kerja , kompensasi, juga komunikasi terhadap niat berpindah (turnover intention) di TRC di Semarang dengan motivasi sebagai variabel perantara. Turnover intention disini merujuk pada kecenderungan untuk meninggalkan perusahaan serta mencari pekerjaan yang dianggap lebih baik untuk masa depannya. Beberapa penyebab terjadinya turnover intention meliputi beban kerja, kompensasi, komunikasi, serta motivasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah explanatory dengan pendekatan kuantitatif. Populasi terdiri dari 33 karyawan dan teknik sampling sensus diterapkan dalam penelitian ini sehingga sampelnya sebesar 33 karyawan. Data dikumpulkan melalui  metode kuesioner. Analisis data memakai program SmartPLS 3.0. Hasil dari penelitian memperlihatkan jika tingkat beban kerja, kompensasi, dan komunikasi secara positif mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap motivasi. Hasil analisa menyatakan bahwa turnover intention tidak dipengaruhi oleh variabel beban kerja, kompensasi, dan komunikasi, sementara motivasi secara negatif dapat mempengaruhi turnover intention. Motivasi berperan sebagai intervening dalam hubungan antara variabel beban kerja, kompensasi, dan komunikasi terhadap variabel turnover intention.
Membentuk Kepuasan Pelanggan: Peran Reliabilitas Dan Interaksi Personal Melalui Citra Toko Jayanti Jiwa Prasetyaningtyas; Sujito
Solusi Vol. 24 No. 1 (2026): January
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/slsi.v24i1.13376

Abstract

Penelitian ini melihat bagaimana pengaruh dua dimensi kualitas layanan—reliabilitas dan interaksi personal—terhadap kepuasan pelanggan, dengan melihat peran citra toko sebagai variabel pemoderasi. Studi dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada 100 pelanggan Alfamart di Kota Semarang yang dipilih secara purposif. Data kemudian dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) melalui perangkat lunak SmartPLS 4. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa reliabilitas tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap tingkat kepuasan pelanggan. Di sisi lain, interaksi personal terbukti memiliki dampak positif dan signifikan dalam meningkatkan kepuasan. Analisis lebih lanjut mengungkap peran kompleks citra toko sebagai moderator. Pada hubungan antara reliabilitas dan kepuasan, citra toko berfungsi sebagai homologiser moderator, yang mengindikasikan bahwa citra toko tidak berinteraksi dengan reliabilitas dan juga tidak memiliki hubungan langsung dengan kepuasan pelanggan. Sementara itu, dalam konteks hubungan interaksi personal dan kepuasan, citra toko bertindak sebagai pure moderator dengan koefisien negatif. Artinya, citra toko justru melemahkan pengaruh positif yang dimiliki interaksi personal terhadap kepuasan pelanggan. Implikasi dari penelitian ini menyoroti pentingnya bagi manajemen ritel untuk lebih memprioritaskan peningkatan kualitas interaksi personal, seperti melalui pelatihan staf yang berkelanjutan. Selain itu, perlu dilakukan evaluasi mendalam terhadap strategi pembentukan citra toko, memastikan bahwa citra yang dibangun tidak hanya kuat, tetapi juga sinergis dan mendukung pengalaman layanan langsung, bukan malah mengurangi efektivitasnya.