Ito Turyadi
Prodi Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Al-Ghifari

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

METODE COGNITIVE BEHAVIORAL THERAPY (CBT) PADA PELAYANAN TRAUMA HEALING PENANGGULANGAN BENCANA PADA ANAK YANG MENGALAMI PTSD DI DESA MANGUNKERTA KECAMATAN CUGENANG KABUPATEN CIANJUR turyadi, ito
Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat Vol 7, No 1 (2026): Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sawala.v7i1.66758

Abstract

Bencana alam dapat menimbulkan dampak psikologis serius, terutama pada anak-anak yang rentan mengalami Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD). Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan menurunkan gejala PTSD pada anak melalui pendekatan Cognitive Behavioral Therapy (CBT) yang terstruktur serta memperkuat dukungan keluarga, guru, dan komunitas. Metode pelaksanaan menggunakan kerangka PRISMA, mulai dari identifikasi masalah, analisis sistem, perancangan program, implementasi, hingga evaluasi. Intervensi dilakukan melalui sesi terapi kelompok dan individual dengan dukungan Pentahelix (Akademisi, Business, Community, Government, Media). Hasil kegiatan menunjukkan adanya penurunan signifikan gejala PTSD, seperti berkurangnya mimpi buruk, kecemasan, dan kesulitan interaksi, disertai peningkatan regulasi emosi, keberanian mengekspresikan diri, serta motivasi belajar. Keberhasilan program diperkuat oleh keterlibatan orang tua, guru, dan komunitas sebagai sistem pendukung anak.Kesimpulannya, CBT efektif dalam menurunkan gejala PTSD dan meningkatkan resiliensi anak. Program ini juga mendukung capaian MBKM dan IKU perguruan tinggi. Rekomendasi ke depan adalah replikasi di wilayah terdampak bencana lain dengan dukungan berkelanjutan dari pemerintah dan komunitas
Analysis of Supervision Effectiveness of The City Election Supervisory Board (Bawaslu) in The Pandemic Era Ito Turyadi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i1.4998

Abstract

Abstrak Penulis membahas kinerja pengawasan Bawaslu secara keseluruhan pada setiap tahapan. Mulai dari pengawasan rekrutmen PPK, PPS, dan KPPS hingga tahap terakhir yaitu pelaksanaan pemungutan dan penghitungan hasil pemilu, serta kinerjanya menurut JPPR dan partai politik. Efektivitas peran pengawasan ini akan dinilai dari sejauh mana pengawas melaksanakan tugas dan wewenang pengawasannya sesuai dengan undang-undang pemilu dan Perbawaslu yang berlaku. Berdasarkan kriteria indikator efektivitas yang penulis nilai yaitu ketepatan waktu, jangkauan, dan pencapaian tujuan, indikator tersebut telah memenuhi kriteria tersebut walaupun belum sempurna karena pengawas menilai respon pengawasan dari masyarakat sekitar belum optimal dalam pelaksanaannya ditengah-tengah pandemi COVID-19. Sebagai lembaga, pengawas seharusnya bekerja sendiri tetapi juga menemukan pelanggaran yang terjadi di lapangan berdasarkan laporan masyarakat sekitar, baik sebelum Pilkada berlangsung hingga hari pencoblosan. Kata Kunci: Bawaslu, Pemilu, Partai Politik, Pengawas Abstract The author discusses the overall supervisory performance of Bawaslu at each stage. Starting from supervising the recruitment of PPK, PPS, and KPPS to the last stage, namely the implementation of the collection and calculation of election results, as well as their performance according to the JPPR and political parties. The effectiveness of this supervisory role will be assessed by the extent to which supervisors carry out their supervisory duties and authorities in accordance with the applicable election law and Perbawaslu. Based on the effectiveness indicator criteria that the author values, namely timeliness, reach, and goal attainment, these indicators have fulfilled these criteria, although they are not perfect because supervisors assess that the monitoring response from the surrounding community is not optimal in its implementation amidst the COVID-19 pandemic. As an institution, supervisors should work alone but also find violations that occur in the field based on reports from the surrounding community, both before the Pilkada takes place and until voting day. Keywords: Bawaslu, Election, Political Parties, Supervisory