Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Manajemen pemeliharaan induk kepiting bakau (Scylla serrata) di ekowisata mangrove Wanasari, Tuban Putu Natalia Sarasvati; I Gusti Bagus Sila Dharma
Applied Environmental Science Vol. 1 No. 1: (July) 2023
Publisher : Institute for Advanced Science, Social, and Sustainable Future

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/aes.v1i1.2023.61

Abstract

Kepiting bakau (Scylla serrata) merupakan salah satu hasil perikanan pantai yang banyak disenangi masyarakat karena rasa dagingnya yang enak, terutama daging kepiting yang sedang bertelur, serta kandungan proteinnya yang tinggi. Ekowisata Mangrove Wanasari, Tuban, Bali sebagai upaya dalam meningkatkan usaha dan kualitas pada ketersediaan kepiting bakau serta untuk mengetahui segala hal yang berkaitan dengan Manajemen Pemeliharaan Induk Kepiting Bakau (Scylla serrata) beserta kendala-kendala yang dihadapi pada kegiatan pemeliharaan induk kepiting bakau. Bidang kerja yang diambil adalah pengamatan dan manajemen pengindukan kepiting bakau (Scylla serrata). Dalam pengamatan tersebut indukan kepiting belum dalam tahap fase kawin dikarenakan pada saat itu memasuki musim hujan yang dimana kepiting cenderung pada fase bertahan hidup. Dikatakan bahwa kepiting bakau (Scylla serrata) memasuki fase kawin pada musim kemarau, sehingga pada waktu PKL dilakukan manajemen pada kolam indukan dan indukan agar tidak mati.
Analysis of The Utilization of Sentinel-2 Imagery for Satellite-Derived Bathymetry Using Lyzenga Algorithm (Case Study: Bali Province) Ni Nyoman Pujianiki; Komang Gede Putra Airlangga; I Gusti Bagus Sila Dharma
International Journal of Marine Engineering Innovation and Research Vol. 8 No. 3 (2023)
Publisher : Department of Marine Engineering, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25481479.v8i3.5112

Abstract

Bathymetric surveys nowadays are often used by the echosounding method. This method has weakness because the range that can be surveyed is limited due to cannot reach areas that have shallow depths. With advances in technology, there are alternative ways that can be done to map the depth of the sea, with the help of satellite imagery or remote sensing. This method uses a mathematical algorithm based on a combination of spectrum channels called Satellite-Derived Bathymetry (SDB). In this research, Sentinel-2 satellite imagery was used with Lyzenga algorithm. Lyzenga (2006) uses multilinear regression which is a combination of an equation that aims to convert pixel values into in-situ depth values. Within research of six locations in Bali Province, which are Sangsit Harbor, Gunaksa Harbor, Amed Port, Keramas Beach, Serangan Harbor and Sawangan Beach produced an R2 value each of 0.451, 0.747, 0.495, 0.610, 0.451 and 0.676. While the RMSE values were 26,247, 12,377, 31,942, 3,531, 3,000, and 1,992 respectively for water depths of 146 m, 97 m, 183 m, 22 m, 13 m, and 18 m respectively. The parameters that affect the level of accuracy are: water depth, presence of breaking waves, presence of disturbance objects in the waters.