Muhammad Syadeli Hanafi
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Evaluasi Pelatihan Optimalisasi Pemasaran Melalui Media Sosial Menggunakan Model Kirkpatrick Di BBPVP Serang Etnavya Nazwa Lestari; Muhammad Syadeli Hanafi; Ila Rosmilawati
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal Vol 12, No 3 (2026): September 2026
Publisher : Magister Pendidikan Nonformal Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/aksara.12.3.281-298.2026

Abstract

Peningkatan kemampuan pemasaran digital melalui program pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan peserta dan perkembangan industri menjadi salah satu upaya dalam meningkatkan kompetensi di bidang pemasaran melalui media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi program pelatihan optimalisasi pemasaran melalui media sosial di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Serang menggunakan model evaluasi Kirkpatrick yang mencakup empat level, yaitu reaction, learning, behavior, dan result. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain evaluasi deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan pencatatan terhadap peserta pelatihan, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada level reaction, peserta memberikan respons positif terhadap pelaksanaan pelatihan, terutama terhadap pelayanan panitia, kualitas instruktur, materi yang relevan dengan kebutuhan pemasaran melalui media sosial, jadwal kegiatan, serta sarana dan prasarana. Meskipun terdapat kendala komunikasi pada pelaksanaan angkatan pertama dan gangguan koneksi Wi-Fi, kendala tersebut dapat ditangani selama pelatihan berlangsung. Pada level learning, peserta mengalami peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Peserta memahami strategi pemasaran digital, pembuatan konten, penyusunan content calendar, penggunaan hashtag tiga layer, pembuatan video dan flyer, serta pengelolaan media sosial untuk kegiatan pemasaran. Peserta juga menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dan motivasi dalam membuat serta mengembangkan konten pemasaran. Pada level behavior, peserta menunjukkan perubahan dalam kedisiplinan, konsistensi, kreativitas, dan penerapan strategi pemasaran digital. Peserta mulai menyusun jadwal unggahan, rutin membuat konten, mengelola akun media sosial secara lebih terarah, serta menerapkan pengetahuan yang diperoleh pada pekerjaan maupun usaha yang dijalankan. Pada level result, pelatihan memberikan dampak terhadap peningkatan kemampuan pemasaran dan pengembangan usaha. Beberapa peserta mengalami peningkatan jangkauan dan tayangan konten, memperoleh pelanggan atau pesanan, serta merasakan peningkatan omzet setelah menerapkan strategi pemasaran yang diperoleh dari pelatihan. Salah satu data menunjukkan peningkatan tayangan konten dari sekitar 1.512 menjadi 8.599 tayangan setelah peserta menerapkan strategi pemasaran secara lebih terstruktur. Namun, peningkatan pendapatan tidak dialami secara langsung oleh seluruh peserta karena dipengaruhi oleh konsistensi penerapan strategi, jenis usaha, kondisi pasar, dan faktor lainnya. Dengan demikian, hasil evaluasi menunjukkan bahwa program pelatihan optimalisasi pemasaran melalui media sosial memberikan dampak positif pada keempat level evaluasi Kirkpatrick, baik dalam aspek respons peserta, peningkatan pembelajaran, perubahan perilaku, maupun hasil yang diperoleh setelah pelatihan.