Sindy Melinda
Universitas Ngudi Waluyo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Air Rebusan Bawang Putih (Allium sativum) terhadap Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi Sindy Melinda; Rosalina
Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2022): Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, July 2022
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.908 KB) | DOI: 10.35473/proheallth.v4i2.1811

Abstract

Uncontrolled high blood pressure can cause complications that can attack the brain, eyes, kidneys, arteries and kidneys. The management of hypertension can be done pharmacologically or non-pharmacologically. One of the non-pharmacological therapies used is garlic (Allium sativum). Garlic contains allicin which is derived from allin and the enzyme allinase which has the effect of inhibiting angiotensin II on blood pressure and contains volatile oil which can thin the blood so that blood viscosity decreases so that it can lower blood pressure. The purpose of this study was to determine the effect of boiled water garlic (Allium sativum) on blood pressure in patients with hypertension in Kedungjati Village, Kedungjati District, Grobogan Regency. The design of this study was a quasi-experimental design with a nonequivalent pre-test post-test control group design. The population studied were hypertensive patients aged 40-55 years who were recorded as patients at the Kedungjati Public Health Center, Grobogan Regency, with a total sample of 36 people divided into 18 control groups and 18 intervention groups. The sampling technique used was purposive sampling. The results of blood pressure measurements were measured using the mean arterial pressure. Data analysis used independent t test. The results of the study measuring mean arterial blood pressure in the control group before the intervention was 174.83 mmHg and after 174.42 mmHg. The results of the study measuring mean arterial blood pressure in the intervention group before the intervention was 176.61 mmHg and after the intervention was 168.39 mmHg. There is an effect of garlic boiled water on blood pressure of patients with hypertension p-value = 0.045. Garlic boiled water can reduce blood pressure in patients with hypertension ABSTRAK Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dapat menimbulkan komplikasi yang dapat meyerang otak, mata, ginjal, pembuluh darah arteri dan ginjal. Potensi bawang putih (Allium sativum) adalah salah satu terapi non farmakologi yang digunakan untuk mengatasi hipertensi. Kandungan allicin dalam bawang putih yang berasal dari allin dan enzim allinase yang memiliki efek menghambat angiotensin II terhadap tekanan darah serta mengandung volatile oil yang dapat mengencerkan darah sehingga viskositas darah menurun sehingga dapat menurunkan tekanan darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh air rebusan bawang putih (Allium sativum) terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi di Desa Kedungjati Kecamatan Kedungjati Kabupaten Grobogan. Desain penelitian ini quasi experiment dengan rancangan nonequivalent pre-test post-test control group design. Populasi yang diteliti penderita hipertensi yang berusia 40-55 tahun yang tercatat sebagai pasien di Puskesmas Kedungjati Kabupaten Grobogan, dengan jumlah sampel 36 orang yang terbagi menjadi 18 orang kelompok kontrol dan 18 kelompok intervensi. Teknik sampling yang digunakan purposive sampling. Hasil pengukuran tekanan darah diukur dengan menggunakan mean arterial pressure. Analisis data yang digunakan independent t test. Gambaran tekanan darah rata-rata pada kelompok kontrol sebelum intervensi adalah 174,83 mmHg dan sesudah 174,42 mmHg. Gambaran tekanan arteri rata-rata pada kelompok intervensi sebelum intervensi 176,61 mmHg dan sesudah intervensi 168,39 mmHg. Ada pengaruh air rebusan bawang putih terhadap tekanan darah penderita hipertensi p-value = 0,045. Air rebusan bawang putih (Allium sativum) dapat menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi