Hasti Anggraini, Hasti
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ROTATING TRIO EXCHANGE (RTE) UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN MATERI UPAYA-UPAYA PENEGAKAN HAM DI INDONESIA Anggraini, Hasti
Forum Ilmu Sosial Vol 42, No 1 (2015): June 2015
Publisher : Faculty of Social Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/fis.v42i1.9242

Abstract

The purpose of this research is to improve the quality of learning through the application of the Rotating Trio Exchange (RTE) model on the Material of Human Rights Enforcement in Indonesia. The study wasconducted in X IPA 4 and X IPA 8 graders of SMA Negeri 1 Pati Academic Year 2014 / 2015. The characteristic of students in both classes is balanced in terms of the dynamics of the activity and the value of learning outcomes that all have passed the learning mastery (100% passed).Implementation of the actions carried out in three cycles (cycle I, II, and III), each cycle lasts for 135 minutes (3 x 45 minutes). The design of Class Action Research uses the models of Kemmis and Taggart (1988) whose implementation consists of four steps: (1) planning; (2) implementation; (3) observation; and (4) reflection.The results of the implementation on the first cycle is not in line with expectations, as one indicator of the knowledge domains and one indicator of the skill domains shows a lower value or not balanced with other indicators. The average classical learning mastery in this cycle is above the passing grade (80). TQM indicators of these two classes is balanced, that is 684 for X IPA 4 and 679 for X IPA 8. The mean of TQM cognitive formation of both classes is 24.87%, skills is 49.081, and attitudes is 26.049%. In the second cycle, an improvement is carried out in the discourse of knowledge and skills of 7.8. This is influenced by the dynamics of student involvement equalization model which is evenly and alternately. In the third cycle, the two classes showed a different increase in quality, class X IPA 8 showed positive improvement, while Class X IPA 4 shows a fluctuative increase. The increase is relatively small, nevertheless indicates a significant RTE models to improve the quality of classical learning. The use of appropriate learning models is one of the factors that teachers can do to improve the quality of learning that is shown by the increase in student learning outcomes.
Penguatan Sikap Komitmen Siswa terhadap Integrasi Nasional Anggraini, Hasti
Forum Ilmu Sosial Vol 46, No 1 (2019): June 2019
Publisher : Faculty of Social Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/fis.v46i1.20978

Abstract

Integrasi nasional dalam pembelajaran PPKn, berintikan pengertian penyatuan suatu bangsa sehingga menjadi satu kesatuan yang bulat dan utuh. Hasil pembelajaran PPKn kelas X di SMAN 1 Pati dari sisi kognitif telah pahami oleh siswa merupakan alat pemersatu bangsa yang ditunjukkan dalam nilai tes formatif mencapai nilai tuntas. Untuk itu pada penelitian ini  perlu penguatan siswa agar benar-benar memahami maknanya. Sekurang-kurangnya (85%) hasil belajar siswa mempunyai nilai sikap (afektif) yang signifikan dengan hasil belajar (nilai) kognitif yang telah diperolehnya. Pada penelitian tindakan digunakan model Kemmis dan Mc. Taggart (1992). Desain yang dikenal dengan sistem spiral yang terdiri dari empat komponen yaitu perencanaan (planning), tindakan (action), pengamatan (observing), dan refleksi (reflection). Dilaksanakan di kelas X IPA 8 melalui pengembangan alat evaluasi non tes teknik kuesioner. Data dianalisis dalam skoring dalam bentangan 1 -5. Pada siklus I, Peserta didik mampu mengembangkan sikap sosial melalui bersama kelompok mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan Kebhinekaan Bangsa Indonesia, dan membuat analisis (C4) terkait dengan deskripsi Kebhinnekaan Bangsa Indonesia. Secara random peserta didik (1 sampai dengan 2 orang mewakili kelompok) mengkomunikasikan secara lisan hasil analisis tentang Kebhinekaan Bangsa Indonesia. Berdasarkan analisis data pelaksanaan tindakan siklus 2 telah menunjukkan keberhasilan penilaian aspek sikap menguatkan penilaian pengetahuan. Refleksi juga menunjukkan faktor-faktor kerjasama yang mendukung keberhasilan sikap integritas yang muncul selama proses implementasi strategi. Analisis terhadap hasil observasi dilakukan dengan membandingkan data yang terjaring dengan kriteria keberhasilan yang telah ditargetkan. Telah terungkap melalui penilaian siswa yang memberikan nilai rata-rata 4,66 (dalam skor 5). Perencanaan, pelaksaanakan dan analisis PTK seperti yang dilakukan peneliti pada tahun 2017 digunakan untuk meninjau kembali dan meng-update-kan RPP dari berbagai aspek, antara lain: ketepatan pemilihan strategi pembelajaran yang sesuai karakteristik materi pelajaran, baik sisi metode maupun model pembelajaran. Serta digunakan sebagai pertimbangan pengisian capaian hasil belajar sikap sosial.