Setiawan Budi
STAI Nurul Islam Mojokerto

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share untuk Meningkatkan Hasil Belajar Sejarah Peserta Didik Kelas X IPS 1 di MA Nurul Islam Mojokerto Setiawan Budi
Nuris Journal of Education and Islamic Studies Vol. 2 No. 2: Oktober 2022
Publisher : STAI Nurul Islam Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.621 KB) | DOI: 10.52620/jeis.v2i2.17

Abstract

Pembelajaran sejarah kurang memperhatikan seberapa besar pengaruh atau manfaat pembelajaran terhadap perkembangan peserta didik. Pembelajaran sejarah hanya sekedar memberi atau menyampaikan informasi yang terjadi pada masa lalu kepada peserta didik. Pembelajaran semacam ini tentunya dapat mengurangi minat belajar dari peserta didik karena pembelajaran yang mombosankan dan tidak ada sesuatu yang baru dari pembelajaran sejarah. Pelajaran sejarah yang dianggap membosankan ini akhirnya berpengaruh pada tidak maksimalnya hasil belajar peserta didik. Penerapan metode pembelajaran Think Pair Share (TPS) telah berhasil memudahkan pemahaman para peserta didik pada materi sejarah nenek moyang Indonesia dan bukti peninggalan kebudayaannya yang akhirnya bisa meningkatkan hasil belajar peserta didik. Dengan metode tersebut peserta didik dapat melakukan pembelajaran yang bermakna, efektif dan efisien, karena peserta didik melakukan pembelajaran dengan melalui beberapa tahap yaitu mendengarkan penjelasan dari guru, diskusi, menyampaikan jawaban dan tanya jawab. Dari hasil observasi ini, metode TPS bisa meningkatkan hasil belajar pada setiap aspek yaitu aspek kognitif, afektif dan psikomotor. Metode tersebut juga berhasil membantu peserta didik untuk lebih memahami materi yang sedang dipelajarinya. Peningkatan pemahaman diperlihatkan pada sesi penilaian individu, ketika peserta didik mengerjakan soal tes yang diberikan disetiap akhir jam pejalaran. Dari pertemuan pertama ke pertemua kedua menunjukkan peningkatan pemahaman materi pada diri peserta didik.
Norm Disharmony between Customary Law and Qanun in Nanggroe Aceh Darussalam Gusti Agung Cahyono; Setiawan Budi; Rois Rahmawan
Jurnal Pamator : Jurnal Ilmiah Universitas Trunojoyo Vol 17, No 1: 2024
Publisher : Universitas Trunodjoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/pamator.v17i1.25191

Abstract

In Indonesia, conflict over norms or disharmony in laws and regulations is a legal problem that often occurs. This is motivated by the existence of several legal mechanisms that overlap between the regulations below and the regulations above. As happened in Nanggroe Aceh Darussalam Province between customary law and positive law, which in this case is Qanun law. In this article, we will discuss efforts to harmonize norms between customary law and Qanun in Nanggroe Aceh Darussalam using descriptive qualitative methods. Efforts to resolve disharmony in statutory regulations are resolved by several alternatives, namely: 1) Right to Judicial Review of Legislative Regulations; 2) Constitutional Route; 3) Minister of Law and Human Rights Regulation Number 23 of 2018 concerning Harmonization of Draft Ministerial Regulations, Draft Regulations of Non-Ministerial Government Institutions, or Draft Regulations from Non-structural Institutions by Legislative Regulation Makers issued by the Ministry of Law and Human Rights; 4) Regulation of the Minister of Law and Human Rights Number 2 of 2019 concerning Resolving Disharmony in Legislative Regulations Through Mediation.
Dakwah Kultural melalui Upacara Hari Besar Nasional di Pesantren YPP Nurul Islam Mojokerto Setiawan Budi; Gusti Agung Cahyono; M. Ibda’u Shulhi; Sulistyowati
Journal of Communication and Da'wah Vol. 1 No. 2 (2025): Journal of Communication and Da'wah Vol.1 No.2, December 2025
Publisher : Universitas Islam Cordoba Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is based on the fact that national holiday ceremonies in educational institutions are often viewed as mere formal rituals, whereas in Islamic boarding schools (pesantren) they have the potential to become spaces for the formation of national and religious character simultaneously. This study aims to describe and analyze national holiday ceremonies as a medium for cultural da'wah at the YPP Nurul Islam Islamic Boarding School in Mojokerto. The approach used is qualitative with a phenomenological design, through participatory observation, semi-structured interviews, and documentation studies, which are analyzed using the interactive model of Miles and Huberman with triangulation of sources and methods. The results of the study show that national holiday ceremonies at YPP Nurul Islam Mojokerto are always integrated with colossal dramas of local and national history, traditional dances, parades of traditional clothing, and national and regional songs as a medium for cultural da'wah. Through this series, the values ​​of love for the homeland, diversity, religious moderation, mutual cooperation, and respect for ancestral traditions are conveyed through symbols and cultural practices that are close to the lives of students, and are interpreted as practicing the teachings of hubbul wathan minal iman as well as learning about nationality. This study concludes that national ceremonies in Islamic boarding schools have great potential as an arena for cultural da'wah that integrates religion, state, and local wisdom in a creative and contextual manner.
Edukasi Literasi Lingkungan sebagai Upaya Menumbuhkan Perilaku Peduli Lingkungan di SDN Begaganlimo Gondang Kabupaten Mojokerto Ainun Najih; Muhammad Qoolili Zailani; Tofan Adityawan; Muhammad Ibda’u Shulhi; Sulistyowati Sulistyowati; Mohammad Naufal Fahmi; Setiawan Budi; Laksono Wibowo; Achmad Arly Hidayat; Taufiq Arsala
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat dan Komunitas Vol 2, No 2: 2025
Publisher : STAI Nurul Islam Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52620/jpmk.v2i2.200

Abstract

SD Negeri Begaganlimo berada di Desa Begaganlimo, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto. Siswa menjadi bagian dari masyarakat yang disiapkan sebagai generasi penerus perjuangan dan sebagai agent of change perlu dibekali kemampuan literasi lingkungan. Literasi lingkungan diartikan kemampuan individu dalam memahami, menafsirkan serta sikap sadar untuk menjaga lingkungan agar tetap terjaga kelestariannya. Sikap tersebut diartikan juga sebagai sikap melek lingkungan, dimana tidak hanya memiliki pengetahuan terhadap lingkungan tetapi juga memiliki kepedulian dan mampu memberikan solusi terhadap isu-isu lingkungan. Berdasarkan hal tersebut perlu adanya wujud nyata berupa edukasi literasi lingkungan yang diberikan kepada siswa SD dan diharapkan mampu menumbuhkan perilaku peduli lingkungan sebagai bentuk pembangunan lingkungan yang sehat dan hijau.