Nana Gustianda
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Studi Kritis Penafsiran Wahbah Al-Zuhaili Tentang Ayat-Ayat “Bias Jender” Nana Gustianda
Al-Kauniyah: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 1 No. 1 (2020): Al-Kauniyah
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/alkauniyah.v1i1.366

Abstract

Bias Jender berarti ketimpangan jender atau diskriminasi terhadap manusiaberdasarkan jenis kelamin. Islam datang kepada manusia untuk menghentikanketimpangan tersebut. Namun, seiring perkembangan zaman, justru al-Qur’andicap sebagai kitab suci yang mendiskriminasi fungsi perempuan dari laki-laki.Oleh sebab itu, diperlukan penafsiran yang lebih komprehensif terhadap ayat-ayatyang dinyatakan bias jender tersebut. Wahbah al-Zuhaili mampu mengungkapkanketimpangan tersebut, sehingga tidak ditemukan lagi adanya kesalahanpenafsiran tentang ayat-ayat yang dinyatakan bias jender.
Kebaikan Orang-Orang Kafir Nana Gustianda
Al-Kauniyah: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 3 No. 1 (2022): Al-Kauniyah
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/alkauniyah.v3i1.874

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh perdebatan klise setiap tahunnya antara umat muslim dan nasrani, yaitu hari raya Natal. Perdebatan tentang mengucapkan selamat Natal yang terus-menerus mengalir menjadikan nya semakin merembet menuju celah-celah permasalahan lain, hingga pada puncaknya, bermuara pada surga dan neraka. Narasi “yang penting baik sama orang lain, surga dan neraka itu urusan Tuhan” menjadi senjata utama yang membentengi narasi “Humanity Above Religion” yang gaung disuarakan dewasa ini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penafsiran para mufassir terkait ayat-ayat tematik yang selaras dengan ayat terkait pahala bagi Yahudi dan Nasrani. Penelitian ini merupakan model penelitian kualitatif. Maksud dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sudut pandang Islam sebagai sebuah agama melalui Alquranterkait narasi kemanusian diatas agama. Metode yang digunakan untuk mengkaji penelitian ini adalah analisis isi (content analysis). Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara dokumenter dengan menela’ah literatur-literatur yang berkaitan dengan judul.
DAKWAH ALA QURAISH SHIHAB: (Penafsiran Surat Al-Nahl : 125) Nugraha Andri Afriza; Nana Gustianda
Al-Kauniyah: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 5 No. 1 (2024): Al-Kauniyah: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/alkauniyah.v5i1.1823

Abstract

Da'wah is the first command given by Allah to the Prophet Muhammad as an acknowledgment of his apostleship. The same thing was also ordered to humans other than the Prophet Muhammad to invite people to the right path or Islamic teachings. There are many methods of preaching, but the Koran explains how preaching should best be done. Q.S an-Nahl: 125 explains how to preach according to the guidance, to be able to understand what the Koran conveys so that it is more targeted, we can see how Quraish Shihab interprets this verse.Keywords : Dakwah, Quraish Shihab, Tafsir