Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERENCANAAN PENINGKATAN JALAN BOJONEGORO – DANDER (KM 7) STA 7+000 – STA 7+950 SOEGIYARTO
Jurnal Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2016): De' Teksi- Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.299 KB) | DOI: 10.56071/de'teksi.v1i2.111

Abstract

Ruas jalan Bojonegoro­ ­Dander sepanjang 11 km dengan lebar jalan 6 m merupakan salah satu ruas jalan yang ada di Kabupaten Bojonegoro yang berfungsi sebagai jalan kolektor yang menghubungkan antara wilayah di sekitar kota Bojonegoro. Berdasarkan dari kajian teknis dan hasil evaluasi lapangan, arus lalu lintas pada ruas jalan Bojonegoro Dander Kabupaten Bojonegoro meningkat cukup berarti, baik volume maupun kendaraan. Hal itu mengakibatkan kondisi jalan yang ada mengalami kerusakan seperti retak–retak, dan sedikit berlubang. Karena pentingnya prasarana jalan yang menghubungkan daerah-daerah di sekitar kota Bojonegoro sehingga perlu diadakan perbaikan dan peningkatan guna memenuhi kebutuhan lalu ­ lintas yang semakin tinggi. Proyek peningkatan jalan ini meliputi perkerasan jalan Bojonegoro­ Dander sepanjang 950 m pada STA TA 7+000 – STA 7+950. Dari hasil analisa dapat diketahui bahwa Peningkatan jalan Bojonegoro Dander dengan menggunakan perkerasan lentur dengan tebal masing­masing masing masing Lapis permukaan (LASTON MS 744) = 10 cm, Lapis pondasi atas (CTB) = 20 cm, Lapis pondasi bawah bawa h (CTSB) = 15 cm.
ANALISIS PERKUATAN TEBING KALI DENGAN BRONJONG DESA SENGANTEN KECAMATAN GONDANG KABUPATEN BOJONEGORO Ir. Soegiyarto.,MM
Jurnal Teknik Sipil Vol. 3 No. 2 (2018): De' Teksi- Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1432.505 KB) | DOI: 10.56071/de'teksi.v3i2.146

Abstract

Pembangunan dinding penahan tanah /turap / talud di bantaran sungai merupakan salah satu upaya untuk perlindungan manusia dari erosi, selain itu juga untuk menambah estetika. Dengan menambah keindahan bantaran sungai diharapkan dapat mendorong masyarakat menjaga kebersihan dan kelestarian sumber daya air dengan tidak membuang sampah ke sungai. Tujuan pembuatan dinding penahan tanah/ talud dan tanggul bronjong yaitu untuk mencegah terjadinya erosi pada bantaran sungai bila terjadi curah hujan yang tinggi/banjir. Diharapkan dengan adanya talud ini akan mengurangi dampak bencana seperti banjir, tanah longsor di sungai yang sering terjadi di musim hujan. Pembangunan dinding penahan tanah (turap) harus benar-benar berdasarkan perhitungan kestabilan dan faktor keselamatan karena kesalahan yang terjadi dalam pembangunan dinding penahan tanah dapat berakibat fatal yaitu kerugian harta benda dan hilangnya korban jiwa. Maka dari itu analisis ini di lakukan , tidak hanya untuk tugas akhir, namun juga di gunakan untuk mengukur stabilitas geser, guling, dan daya dukung tanah pada bangunan bronjong tersebut, untuk mengetahui apakah bangunan tersebut sudah layak dan kuat terhadap berbagai gaya penghancur tebing kali. pada akhir analisis dapat di tentukan/di simpulkan apakah bangunan perkuatan tebing kali ini sudah layak dan aman dalam menghadapi bencana yang akan datang pada musim penghujan. Perhitungan stabilitas geser, guling , daya dukung tanah dan volume ini bertujuan untuk mencari solusi apabila bangunan tersebut di katakan tidak am an, sehingga dapat memberi kan solusi alternatif apa yang dapat di lakukan supaya bangunan lebih aman dan siap dalam menghadapi setiap bencana.
Pengaruh Kadar Lumpur Di 3 Wilayah Penambang Pasir Bengawan Solo Terhadap Kuat Tekan Beton Normal Menggunakan Metode Sni 03-2834-2000: Studi Kasus Kecamatan Kalitidu, Tulung Dan Ledok Kulon soegiyarto
Jurnal Teknik Sipil Vol. 5 No. 2 (2020): De' Teksi - Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (953.003 KB) | DOI: 10.56071/de'teksi.v5i2.260

Abstract

Beton merupakan bahan bangunan yang sudah lama di kenal lama dan sangat banyak di gunakan. Beton terdiri dari bahan campuran material semen, pasir, air, kerikil. Salah satu bahan pencampuran beton yaitu agregat halus (pasir) yang dimana di daerah Bojonegoro banyak orang yang kurang memperhatikan kualitas agregat halus (pasir) terutama kandungan kadar lumpur pasir. Kandungan kadar lumpur pada pasir sangat mempengaruhi kuat tekan beton yang dimana semakin banyak kandungan lumpur pada pasir maka kuat tekan beton semakin rendah begitu juga sebaliknya semakin sedikit kandungan lumpur pada pasir maka kuat tekan beton semakin tinggi. Bahan-bahan penyusun beton sebaiknya memenuhi syarat. Kandungan kadar lumpur yang melekat pada agregat dibatasi atau tidak boleh melebihi syarat. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui berapakah kadar lumpur agregat halus di 3 wilayah bengawan solo (kalitidu, tulung dan ledok kulon) yang sesuai dengan persyaratan sehingga mendapatkan mutu beton yang kuat tekanan. Metode pencampuran beton mengacu pada SNI-03-2834-2000 tentang “Tata cara pembuatan rencana campuran beton normal”. Pada penelitian ini Benda uji yang di gunakan dalam pengujian kuat tekan adalah Mould silinder ukuran 15 x 30 cm. persen kadar lumpur yang diperoleh dimana Untuk pasir Ledok belum dicuci sebesar 13%, pasir ledok sudah dicuci 3%, pasir Tulung 5%, pasir Kalitidu belum dicuci 17% dan Pasir Kalitidu sudah dicuci 0%. Pengujian dilakukan pada saat beton berumur 28 hari. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan didapatkan bahwa semakin rendah kadar lumpur dan semakin kasar variasi butiran pasir maka semakin tinggi nilai kuat tekan beton. kuat tekan beton pada pasir Ledok belum dicuci mendapatkan nilai kuat tekan 10,95 MPa, untuk pasir Ledok sudah dicuci mendapatkan nilai kuat tekan 11,23 MPa, untuk pasir Tulung mendapatkan nilai kuat tekan 10,24 MPa, untuk pasir Kalitidu belum dicuci mendapatkan nilai kuat tekan 10,66 dan untuk pasir Kalitidu sudah dicuci mendapatkan nilai kuat tekan 15,90 MPa. Namun kekuatan beton tersebut tidak memenuhi kekuatan rencana, Karena memiliki nilai kuat di bawah 21 MPa.