Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EFEKTIVITAS PROSEDUR PENGUKUHAN NEGATIF UNTUK MENGURANGI PERILAKU MENYIMPANG ANAK AUTIS Putri Sari Farepi; Irda Murni
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 1 No. 4 (2019): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development (August
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.812 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang ditemukan dilapangan pada anak autis yang berinisial X, yang mana anak berprilaku menyimpang suka memasukkan tangan kedalam celana pada saat pembelajaran di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah prosedur pengukuhan negatif dapat mengurangi perilaku menyimpang anak autis di SLB N 1 Padang. Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen single subject research (SSR), dengan desain A-B-A dan subjek penelitiannya anak autis. Pengukuran veriabel menggunakan frekuensi. Kondisi A1 yaitu kondisi baseline anak sebelum diberikan intervensi. Kondisi B adalah intervensi atau pemberian perlakuan dengan pemberian prosedur pengukuhan negatif. Kondisi A2 pada kondisi baseline merupakan dimana kondisi anak tidak lagi diberikan intervensi. Target behavior dalam penelitian ini adalah perilaku menyimpang memasukkan tangan kedalam celana. Teknik analisis data yaitu menggunakan teknik analisis visual grafik. Hasil penelitian yang dianalisis, mencakup jumlah pengamatan pada kondisi baseline (A1) sebanyak lima kali pengamatan dengan nilai stabil pada posisi 9, intervensi (B) sebanyak delapan kali dengan nilai terendah 3, dan pada kondisi baseline (A2) sebanyak lima kali dengan nilai terendah 2. Bedasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa prosedur pengukuhan negatif ini efektif dalam mengurangi perilaku menyimpang anak autis memasukkan tangan kedalam celana pada saat jam pembelajaran di sekolah. Dari hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi guru dan peneliti, selanjutnya jika ditemui masalah sama pada anak autis lainnya