Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

RENCANA REVITALISASI KAWASAN EKS PASAR ABEPURA KOTA JAYAPURA Antonius Sukohedi
Jurnal MEDIAN Arsitektur dan Planologi Vol 3 No 02 (2013): Jurnal Median
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Eks Pasar Abepura adalah salah satu kawasan di Distrik Abepura yang dialihfungsikan setelah dibangunnya Pasar Youtefa. Kawasan tersebut tidak terhenti perkembangannya tetapi kemudian berlanjut dengan dibangunnya kios, ruko, rukan, rumah-rumah sewa, dan lain sebagainya. Namun demikian, kualitas lingkungan di kawasan ini masih rendah. Hal ini terlihat dari kurangnya jalur hijau di tepi jalan, tidak terdapat jalur pejalan kaki, wajah bangunan cenderung suram, kios-kios di tepi jalan yang tidak tertata dan berkembang tanpa izin membangun, serta saluran drainase yang terputus. Penurunan kualitas lingkungan ini membutuhkan upaya peremajaan (revitalisasi) kawasan. Program revitalisasi mencakup strategi yang akan diterapkan pada masing-masing obyek yang memiliki potensi-potensi untuk divitalkan kembali dalam konteks kawasan. Langkah-langkah dalam kajian ini dimulai dengan identifikasi lokasi revitalisasi kawasan dan studi serta pengembangan konsep, yaitu rangkaian kegiatan dalam upaya menemukenali konsep-konsep revitalisasi kawasan, yang akan digunakan nantinya sebagai panduan dalam penyusunan rencana detail pelaksanaan. Lokasi revitalisasi ada pada tiga zona, yaitu : zona perlindungan setempat (sepanjang jalur jalan inspeksi Kali Acai), zona perdagangan dan jasa (koridor Jalan Raya Abepura-Jalan Gerilyawan-Tanah Hitam-Jalan Garuda); dan zona permukiman. Tindakan revitalisasi kawasan didasarkan pada beberapa konsep pengembangan di lokasi studi.
ANALISA ARSITEKTUR TRADISIONAL SUKU ASMAT KABUPATEN MERAUKE PROVINSI PAPUA Antonius Sukohedi
Jurnal MEDIAN Arsitektur dan Planologi Vol 1 No 01 (2011): Jurnal Median
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.997 KB)

Abstract

Analisis Arsitektur Tradisional Suku Asmat Distrik Agats, Kabupaten Merauke Provinsi Papua merupakan sebuah upaya pengembangan kebudayaan bangsa yang timbul sebagai buah usaha budaya rakyat Indonesia seluruhnya yakni dengan menumbuhkan kemampuan untuk mengembangkan nilai-nilai budaya daerah yang luhur dan beradab serta menyerap nila budaya asing yang positif harus ditujukan untuk memperkaya kebudayaan nasional. Hasil analisis arsitektur suku Asmat dipergunakan untuk melakukan transformasi bentuk arsitektur rumah JEW/YEW dan Tskyem/Cem bangunan layanan publik dan rumah tinggal dimasa kini yang mengakar pada budaya aslinya.
PENINGKATAN KUALITAS PERMUKIMAN KAMPUNG ANSUS DISTRIK YAPEN BARAT Antonius Sukohedi
Jurnal MEDIAN Arsitektur dan Planologi Vol 1 No 02 (2011): Jurnal Median
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (992.536 KB)

Abstract

Rumah beserta lingkungannya yang belum memenuhi syarat rumah dan lingkungan yang sehat umumnya dilatarbelakangi oleh faktor ekonomi, khususnya ekonomi menengah ke bawah. Kondisi tersebut dijumpai pada Kampung Ansus Kabupaten Kepulauan Yapen yang menjadi lokasi penelitian. Kondisi sarana dan prasarana yang tidak memadai dapat mengakibatkan terjadinya degradasi lingkungan dan hal ini semakin diperparah oleh perilaku yang tidak menyadari pentingnya kebersihan dan keseimbangan lingkungan seperti pembuangan sampah dan air limbah rumah tangga ke laut. Memburuknya kualitas permukiman pada lokasi penelitian, maka diperlukan suatu studi untuk meningkatkan kualitas. Terkait hal tersebut, maka dilakukan penelitian pada Kampung Ansus Kabupaten Kepulauan Yapen dengan menggunakan metode penelitian kualitatif yaitu dengan menggunakan alat bantu berupa kuisioner guna memperoleh berbagai informasi yang relevan dengan tujuan penelitian, seperti pandangan dan pengetahuan masyarakat tentang kondisi permukiman yang sehat, tingkat pendidikan masyarakat, ekonomi, dan sosial budaya. Selain itu digunakan juga metode kuantitatif berupa analisa mengenai tingkat pertumbuhan penduduk, kondisi rumah dan sarana prasarana (perhitungan sarana prasarana yang ideal sesuai standar permukiman).
KONSEP PENGEMBANGAN KAWASAN EKS PASAR ABEPURA KOTA JAYAPURA Antonius Sukohedi
Jurnal MEDIAN Arsitektur dan Planologi Vol 2 No 01 (2012): Jurnal Median
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.249 KB)

Abstract

Distrik Abepura merupakan kawasan pusat pendidikan, permukiman, perdagangan, dan pusat-pusat kegiatan lainnya di Kota Jayapura. Beberapa kawasan baru tumbuh pesat di Distrik Abepura dan beberapa kawasan lama dialihfungsikan. Salah satu kawasan yang dialihfungsikan adalah kawasan eks Pasar Abepura setelah dibangunnya Pasar Youtefa. Kawasan tersebut tidak terhenti perkembangannya tetapi kemudian berkembang dengan dibangunnya kios, ruko, rukan, rumah-rumah sewa, dan lain sebagainya. Oleh karena itu diperlukan suatu pedoman yang dapat dijadikan acuan bagi masyarakat, pemerintah dan swasta dalam melakukan pembangunan fisik di kawasan tersebut agar lebih terarah dan teratur. Penyusunan konsep pengembangan dilakukan dengan menganalisa berbagai aspek, antara lain: kondisi fisik, kondisi sosial-ekonomi-budaya di lokasi studi, dan kelengkapan sarana prasarananya, kemudian perumusan suatu konsep dasar perancangan yang sesuai untuk diterapkan pada daerah studi. Sebagai sebuah respon dari pembangunan kota yang acak pada wilayah studi maka konsep pengembangan yang dirumuskan adalah konsep dasar perancangan kawasan eks Pasar Abeputa sebagai ‘compact city’ . Kota kompak diartikan sebagai sebuah strategi kebijakan kota yang sejalan dengan usaha perwujudan pembangunan berkelanjutan untuk mencapai sebuah sinergi antara kepadatan penduduk kota yang lebih tinggi pada sebuah ukuran ideal sebuah kota, pengkonsetrasian semua kegiatan kota, intensifikasi transportasi publik, perwujudan kesejahteraan sosial-ekonomi warga kota menuju peningkatan taraf dan kualitas hidup kota.
IDENTIFIKASI FAKTOR PENYEBAB ALIH FUNGSI LAHAN DI DISTRIK ARSO KABUPATEN KEEROM Antonius Sukohedi
Jurnal MEDIAN Arsitektur dan Planologi Vol 2 No 02 (2012): Jurnal Median
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (998.494 KB)

Abstract

Fenomena alih fungsi lahan senantiasa terjadi dalam pemenuhan aktivitas sosial ekonomi yang menyertai pertumbuhan penduduk kota. Persediaan lahan yang bersifat tetap sedangkan permintaannya yang terus bertambah menjadikan penggunaan lahan suatu kota berubah ke arah aktivitas yang lebih menguntungkan dilihat dari potensi sekitarnya yang ada. Motif ekonomi adalah motif yang utama dalam pembentukan struktur penggunaan lahan suatu kota dengan timbulnya pusat-pusat bisnis yang strategis. Selain motif bisnis terdapat pula motif politik, dan latar belakang lainnya yang dapat menjadi faktor transformasi lahan kota seperti bentuk fisik kota yang menarik, topografi yang sesuai untuk kawasan pengembangan, serta kelengkapan sarana prasarana yang pada akhirnya menjadi cikal bakal tingginya aktifitas kota. Pertumbuhan kota akan bergerak secara dinamis sesuai kebutuhan, potensi, budaya manusia, dimana perkembangan dimulai dari adanya pusat-pusat kegiatan sebagai embrio pusat-pusat pertumbuhan Perubahan-perubahan yang terjadi akibat tekanan tranformasi sosial ekonomi khususnya yang sering terjadi di pusat kota ini membawa inefisiensi dalam pemanfaatan ruang yang terbatas dan mempengaruhi aspek pengelolaan kota. Pada tataran praktek, penyimpangan muatan RTRW kerap terjadi. Senada dengan hal tersebut, perubahan fungsi lahan berdampak pada perubahan social ekonomi, nilai lahan, dan berdampak pada kualitas lingkungan.