Muhamad Banu Hasan Wahabi
Institut Agama Islam Imam Ghozali (IAIIG) Cilacap

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERCERAIAN AKIBAT GANGGUAN PENYAKIT JIWA(Studi Kasus Tentang Putusan Pengadilan Agama Kabupaten Cilacap Nomor: 0104/Pdt.G/2008/PA.Clp) Muhamad Banu Hasan Wahabi
Jurnal Al-Wasith : Jurnal Studi Hukum Islam Vol. 2 No. 1 (2017)
Publisher : Fakultas Syariah, Prodi Ahwal As Syakhsiyah (AS) Universitas Nahdlatul Ulama Al-Ghazali (UNUGHA) Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.814 KB)

Abstract

Perkawinan antara seorang laki-laki dengan perempuan merupakan sunnah Rasulullah SAW. Yakni suatu perilaku yang dipraktekan beliau sebagai teladan bagi umat beliau, disamping merupakan tuntutan dan kebutuhan manusiawi. Dalam menikah, hendaklah terkandung maksud untuk mengikuti jejak Rasulullah SAW, Untuk memperbanyak umat/ pengikut beliau agar mempunyai keturunan yang shalih, Tabarrukan dengan do’a anak sholeh, untuk menjaga kemaluan dan kehormatan dari perbuatan tercela, untuk menjaga mata dari pandangan terlarang dan untuk menjaga keberagaman secara umum. Keluarga bahagia dan kekal merupakan tujuan dari perkawinan yang ideal, yang didambakan oleh setiap insan yang akan dan telah memenuhi sebuah jalan jenjang pernikahan. Namun telah disebut diatas, tujuan tersebut tidaklah mudah begitu saja untuk dicapai. Terkadang kehidupan sepasang suami istri mengalami suasana goncang, keadaan tidak setabil atau bahkan suasana goncang itu tidak dapat dielakan sehingga menyebabkan perceraian. Perceraian adalah salah satu bentuk putusnya suatu perkawinan yang hanya dapat terjadi atau dilakukan di depan sidang Pengadilan Agama yang diatur ileh Undang-Undang Negara Republik Indonesia.