Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ISOLASI DAN UJI AKTIVITAS FUNGI ENDOFIT BATANG BELUNTAS (Pluchea indica L) TERHADAP PERTUMBUHAN Staphylococcus aureus DAN Candida albicans Firmansyah Firmansyah
Jurnal Kesehatan Yamasi Makassar Vol. 3 No. 2 (2019): Jurnal Kesehatan
Publisher : Akademi Farmasi Yamasi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.495 KB)

Abstract

Tanaman memiliki 1 sampai 4 jenis fungi yang hidup berasosiasi dengan tumbuhan sebagai fungi endofit. Fungi endofit merupakan fungi yang tumbuh pada bagian tanaman yaitu terdapat pada bagian jaringan akar, batang, dan daun. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan menyeleksi isolat fungi endofit batang beluntas (Pluchea indica L) yang berpotensi  sebagai antimikroba dan untuk menguji aktivitas antimikroba isolat fungi endofit batang beluntas (Pluchea indica L) terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus dan Candida albicans. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 2 isolat fungi endofit pada batang beluntas (Pluchea indica L). Hasil uji aktivitas isolat fungi endofit batang beluntas menunjukkan masing masing isolat memiliki aktivitas terhadap Staphylococcus aureus, tetapi tidak memiliki aktivitas terhadap Candida albicans.Kata Kunci: Fungi Endofit, Staphylococcus aureus, Candida albicans.
UJI TOKSISITAS AKUT EKSTRAK DAUN TALAS (Colocasia esculenta L.) TERHADAP LARVA UDANG (Artemia salina Leach) DENGAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST Firmansyah Firmansyah
Jurnal Kesehatan Yamasi Makassar Vol. 4 No. 1 (2020): Jurnal Kesehatan
Publisher : Akademi Farmasi Yamasi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.552 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai LC50 dari ekstrak etanol daun talas (Colocasia esculenta L.) yang diberikan kepada larva udang (Artemia salina Leach) yang akan ditunjukkan oleh nilai LC50 menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Tes. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratorium yang dilaksanakan di Laboratorium Penelitian Biokimia Fakultas MIPA Universitas Hasanuddin Makassar. Penelitian ini menggunakan 4 konsentrasi ekstrak, yaitu 0,1 ppm, 1 ppm, 10 ppm, 100 ppm, dan kontrol negatif. Setiap konsentrasi berisi 15 ekor larva, dilakukan dengan 3 pengulangan. Kematian larva diamati setelah 24 jam pemberian ekstrak. Nilai LC50 dari ekstrak daun talas adalah 108,8178 ppm. Hasil dari LC50 < 1000 ppm menunjukkan bahwa ekstrak daun talas bersifat toksik dengan kategori toksik sedang. Keywords: Daun Talas; Ekstrak; Toksisitas akut; Artemia salina ; BSLT;