Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

UJI AKTIVITAS EKSTRAK DAUN WUNGU (Graptophyllum pictum L) TERHADAP PERTUMBUHAN Staphylococcus aureus. admin; ANDI HASISAH
Jurnal Kesehatan Yamasi Makassar Vol. 5 No. 1 (2021): Jurnal Kesehatan
Publisher : Akademi Farmasi Yamasi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (835.358 KB)

Abstract

Daun Wungu (Graptophyllum pictum L ) merupakan tanaman obat yang sering digunakan masyarakat sebagai obat memar, bisul, luka. Daun wungu (Graptophyllum pictum L ) mengandung beberapa senyawa kimia, antara lain: Flavonoid, Alkaloid, Pektin, Tanin, Steroid, Saponin, Glikosida, Asam forniat, Klorofil. Penyakit infeksi dan pembengkakan sebagian besar disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus,penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar aktivitas ekstrak daun wungu (Graptophyllum pictum L) terhadap Staphylococcus aureus. Daun wungu (Graptophyllum pictum L) diekstraksi dengan metode maserasi dengan menggunakan etanol 70%. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium, Pengujian dilakukan dengan metode difusi agar paper disk. Hasil yang diperoleh menghasilkan zona hambatan dengan diameter yang berbeda-beda pada setiap sampel. Diameter hambatan rata-rata yang diperoleh dari masing-masing sampel ekstrak daun wungu dengan konsentrasi 10% b/v: 6,4 mm, 15% b/v: 7,3 mm, dan 20% b/v: 8,5 mm.
PENGGUNAAN OBAT TRADISIONAL SEBAGAI TERAPI KOMPLEMENTER PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS PATTALLASSANG KECAMATAN PATTALLASSANG KABUPATEN GOWA admin; Zakiah Thahir; Andi Hasisah; Sukirawati Sukirawati
Jurnal Kesehatan Yamasi Makassar Vol. 5 No. 2 (2021): Jurnal Kesehatan
Publisher : Akademi Farmasi Yamasi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.498 KB)

Abstract

Hipertensi adalah suatu kondisi saat nilai tekanan sistolik lebih tinggi dari 140 mmHg atau nilai tekanan diastolik lebih tinggi dari 90 mmHg. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pasien hipertensi di Puskesmas Pattallassang Kecamatan Pattallassang Kabupaten Gowa menggunakan obat tradisional sebagai terapi komplementer dan apa saja jenis obat tradisional yang digunakan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif berupa data primer yaitu kuesioner yang diberikan kepada pasien hipertensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 45 responden, 35 responden (77,8%) diantaranya menggunakan obat tradisional sebagai terapi komplementer. Dari 35 responden, sebanyak 13 responden (37,1%) menggunakan daun sirsak, 7 responden (20%) menggunakan daun belimbing wuluh, 5 responden (14,3%) menggunakan daun seledri, 4 responden (11,4%) menggunakan daun kumis kucing, 3 responden (8,6%) menggunakan daun salam, 2 responden (5,7%) menggunakan mentimun, 1 responden (2,9%) menggunakan daun mengkudu.