Penurunan daya tahan kardiorespirasi pada lansia dapat berdampak pada menurunnya kemampuan fungsionaldan aktivitas sehari-hari. Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh tingkat aktivitas fisik, di mana lansia denganaktivitas fisik rendah cenderung mengalami penurunan kapasitas fisik yang lebih cepat. Perbedaan tingkataktivitas fisik antara lansia yang tinggal di panti dan komunitas juga berpotensi memengaruhi daya tahankardiorespirasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan daya tahan kardiorespirasi berdasarkantingkat aktivitas fisik pada lansia di panti dan komunitas. Penelitian ini menggunakan desain analitik denganpendekatan cross sectional study. Subjek penelitian adalah lansia berusia >60 tahun, bersedia menjadiresponden, tidak menggunakan alat bantu jalan, serta memiliki skor aktivitas fisik <600 MET-menit/minggu dan≥600 MET-menit/minggu. Tingkat aktivitas fisik diukur menggunakan International Physical ActivityQuestionnaire-Short Form (IPAQ-SF), sedangkan daya tahan kardiorespirasi diukur menggunakan Six MinuteWalk Test (6MWT) dengan lintasan 15 meter. Data dianalisis menggunakan analisis univariat dan IndependentSample t-test. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pada daya tahan kardiorespirasiberdasarkan tingkat aktivitas fisik pada lansia dengan nilai p=0,000 (p<0,05). Lansia dengan tingkat aktivitasfisik yang lebih tinggi (rerata 1964,09 MET-menit/minggu) memiliki daya tahan kardiorespirasi yang lebih baikdibandingkan lansia dengan tingkat aktivitas fisik yang lebih rendah (rerata 309,49 MET-menit/minggu), yangditunjukkan oleh rerata jarak tempuh Six Minute Walk Test (6MWT) pada kelompok aktif yang lebih tinggidibandingkan kelompok kurang aktif, yaitu sebesar 206,60±18,36 meter dan 113,61±36,12 meter di BPSTWAbiyoso serta 470,04±131,64 meter dan 165,07±15,03 meter di Komunitas Si Mbah Bugar. Kesimpulannya,terdapat perbedaan daya tahan kardiorespirasi berdasarkan tingkat aktivitas fisik pada lansia, di mana lansia yangaktif secara fisik memiliki daya tahan kardiorespirasi yang lebih baik dibandingkan lansia yang kurang aktif.