Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Manajemen Kesiswaan Dalam Penjurusan Siswa Muhammad Daniel
TAUJIH: Jurnal Pendidikan Islam Vol 4 No 2 (2022): TAUJIH: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Institut Agama Islam Al-quran Al-Ittifaqiah Indralaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.683 KB) | DOI: 10.53649/taujih.v4i2.159

Abstract

Manajemen kesiswaan merupakan seluruh proses kegiatan yang direncanakan dan diusahakan secara sengaja serta pembinaan secara kontinu terhadap seluruh peserta didik (dalam lembaga pendidikan yang bersangkutan) agar dapat mengikuti proses belajar mengajar secara efektif dan efisien mulai dari penerimaan peserta didik hingga keluarnya peserta didik dari suatu sekolah. Penjurusan siswa adalah proses penempatan dalam pemilihan program studi siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap dan membahas pelaksanaan manajemen kesiswaan di SMKN 1 Banda Aceh. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini pendekatan kualitatif dengan metode penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, waka kesiswaan dan salah satu ketua jurusan. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, pertama, sekolah sudah menerapkan seluruh proses manajemen kesiswaan dengan baik, yaitu dimulai dari perencanaan peserta didik, penerimaan peserta didik baru, pengelompokan/penjurusan peserta didik, kehadiran peserta didik, pembinaan disiplin peserta didik, perpindahan peserta didik, serta kelulusan dan alumni. Kedua, proses penjurusan dilaksanakan dalam empat alur yaitu: (1) seleksi administrasi, (2) tes tulis Matematika dan bahasa Inggris dan membaca Al-Quran, (3) wawancara bahasa Inggris, (4) wawancara minat bakat dan jurusan. Ketiga, kendala dalam manajemen kesiswaan berkenaan dengan penjurusan yaitu: input pendidikan yang terkadang tidak sesuai dengan ekspektasi sekolah baik dari segi inteligency maupun sikap (attitude), dan masih adanya siswa yang tidak memahami jurusan yang dipilihnya secara rinci. Adapun langkah penyelesaiannya yaitu dengan meningkatkan kualitas proses penerimaan peserta didik baru, memberi arahan dalam penjurusan siswa, dan melaksanakan promosi jurusan ke sekolah-sekolah.