N. Ginting
Animal Production Program Study, Faculty of Agriculture, University of North Sumatra, Padang Bulan, Medan 20155, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PEMANFAATAN SLURI GAS BIO CAMPURAN KOTORAN KAMBING DAN AMPAS TEBU TERHADAP PERTUMBUHAN PASTURA CAMPURAN: Utilization of Bio Gas Slurry of Goat Manure and Bagasse Mixtures on Growth of Mixed Pasture H. P. Efendi; N. Ginting; I. Sembiring
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 4 No. 1 (2015): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.124 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v4i1.2779

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan sluri gas bio campuran kotorankambing dan ampas tebu terhadap pertumbuhan (tinggi tanaman, jumlah anakan dan volume akar) dari pasturacampuran. Penelitian dilaksanakan di Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas SumateraUtara pada September sampai Desember 2014. Rancangan menggunakan Rancangan Petak Terbagi. Perlakuanterdiri dari 2 faktor yaitu Main Plot : Pastura Campuran (RL), yaitu RL1 = Brachiaria decumbens + Styloshantesguianensis dan RL2 = Digitaria milanjiana + Clitoria ternatea. Sub Plot : Dosis pupuk sluri gas bio (P), yaituP0 = 0 ml/m2, P1 = 200 ml/m2, P2 = 400 ml/m2 dan P3 = 600 ml/m2. Parameter yang diteliti adalah tinggitanaman, jumlah anakan dan volume akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinggi tanaman, jumlah anakandan volume akar pada D milanjiana lebih tinggi dari B. decumbens dan menunjukkan bahwa tinggi tanamanpada C ternatea lebih tinggi dari S guianensis. Dosis sluri gas bio campuran kotoran kambing dan ampas tebumemberi peningkatan pada semua parameter baik pada B. decumbens dan D. milanjiana dan juga memberipeningkatan pada tinggi tanaman pada S. guianensis dan C. ternatea tapi tidak memberikan pengaruh nyatapada volume akar dan jumlah anakan. Hasil yang paling tinggi diperoleh dengan pemakaian dosis sluri gas biocampuran kotoran kambing dan ampas tebu 600 ml/m2. Kesimpulannya dengan pemberian dosis sluri600ml/m2 mampu meningkatkan pertumbuhan pastura campuran.