Ertien Rining Nawangsari
Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemberdayaan Anak Jalanan Oleh Komunitas “Save Street Child” Di Kabupaten Sidoarjo Nabilah Dinda Permatasari; Ertien Rining Nawangsari
JURNAL SOSIAL EKONOMI DAN HUMANIORA Vol. 8 No. 3 (2022): JURNAL SOSIAL EKONOMI DAN HUMANIORA
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.622 KB) | DOI: 10.29303/jseh.v8i3.118

Abstract

Proses pemberdayaan anak jalanan yang di lakukan oleh Komunitas Save Street Child di Kabupaten Sidoarjo. Sebagai upaya untuk anak jalanan, berbagai pengembangan dan kemajuan pembangunan belum mampu untuk mengatasi permasalahan tersebut. Maraknya anak jalanan merupakan sebuah isu serius yang perlu dicari jalan pemecahannya bersama. Anak jalanan timbul karena tingkat kemiskinan selalu meningkat dan jika dibiarkan dapat mengakibatkan kesenjangan sosial dan kriminalitas di lingkungan masyarakat. Keberadaan anak jalanan dapat ditemui dibanyak titik lokasi yang berada di Kabupaten Sidoarjo seperti perempatan jalan raya, terminal, Alun-Alun, jalan protokoler, bahkan mereka sering berlalu lalang di tempat makan/cafe yang dapat menyebabkan terganggunya ketertiban umum. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Jenis data dan Sumber data penelitian berasal dari Informan/narasumber, dokumen, observasi, perpustakaan online, website, berita di media massa, dokumen, sumber buku, atau jurnal. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, menunjukkan bahwa proses pemberdayaan anak jalanan oleh komunitas Save Street Child Sidoarjo, belum sepenuhnya terlaksana. Karena dari tiga tahapan proses pemberdayaan yang meliputi tahap penyadaran, tahap pengkapasitasan dan tahap pendayaan, Hanya dua tahap yang terlaksana seutuhnya yaitu tahap penyadaran dan pengkapasitasan. Sedangkan tahap pendayaan belum terlaksana dengan maksimal