Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Potensi dan Peluang Usaha Nelayan di Kelurahan Negeri Lama: Lia Nur Fatmawati; Muktarruddin Muktarruddin; Maysaroh Maysaroh; Naldi Hasbullah Batubara
Al-Kharaj : Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah Vol 5 No 6 (2023): Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah
Publisher : Research and Strategic Studies Center (Pusat Riset dan Kajian Strategis) Fakultas Syariah IAI Nasional Laa Roiba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.435 KB) | DOI: 10.47467/alkharaj.v5i6.2243

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan suatu potensi dan peluang usaha nelayan di Kelurahan Negeri Lama. Ikan gamak dan ikan terubuk merupakan ikan yang menjadi ciri khas dari Kelurahan Negeri Lama Kabupaten labuhan batu. Ikan gamak juga merupakan sejenis ikan yang berukuran kecil dan biasanya disebut dengan ikan teri. Ikan ini hanya ada di daerah negeri lama dan ikan ini juga tidak setiap saat dapat ditemukan karena ikan tersebut ikan musiman. Sedangkan ikan terubuk adalah ikan yang ada di pesisir labuhan batu yaitu sekitar sungai berumun. Ikan terubuk di identik dengan banyak duri. Metode ini menggunakan penelitian kualitatif. Penelitian ini dilakukan dengan wawancara beserta observasi lapangan yang berguna dalam mengumpulkan data-data yang dibutuhkan. Informan dalam penelitan ini adalah warga sekitar di wilayah Kampung Nelayan. Lokasi penelitian adalah Kelurahan Negeri Lama Kecamatan Bilah Hilir Kabupaten Labuhanbatu, yang merupakan salah satu wilayah pesisir sungai bilah dan mata pencarian warga pesisir adalah sebagai nelayan.
Mengukir Narasi Medan Area: Peran Pemandu dalam Interpretasi Koleksi Perjuangan Kemerdekaan di Museum TNI Medan Ayu Lestari; Maysaroh Maysaroh; Suci Ramadani; Muttaqin Nur; Muhammad Salim Mahallin; Husnul Hamdi; Sri Windari
Dampeng: Journal of Art, Heritage and Culture Vol. 1 No. 4 (2025): Dampeng: Journal of Art, Heritage and Culture
Publisher : Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70742/dampeng.v1i4.485

Abstract

This study aims to analyze the crucial role of museum guides in interpreting the collection of the Medan Indonesian Army (TNI) Struggle Museum (Kodam I/BB), focusing specifically on the Medan Area Incident (1945–1947). While the museum houses valuable artifacts, the effectiveness of delivering the historical narrative often relies on human intervention. Employing a descriptive qualitative method, this research gathered data through in-depth interviews with guides, observation of guiding sessions, and analysis of curatorial documents. The findings indicate that guides act as 'Narrative Carvers,' transforming static artifacts into a living and emotional historical experience. Key strategies utilized by the guides include locality-based storytelling, connecting artifacts with the actual geography of Medan City, and contextual presentation of key figures in the North Sumatran struggle. Guides function not merely as information providers, but as emotional bridges and agents for the conservation of collective memory. This study recommends prioritizing guide empowerment through intensive training in local historiography and sensitive interpretation techniques, as this is crucial for enhancing public education quality and preserving the historical memory of the Medan Area. [Penelitian ini bertujuan menganalisis peran krusial pemandu (guide) museum dalam menginterpretasikan koleksi Museum Perjuangan TNI Medan (Kodam I/BB), dengan fokus pada Peristiwa Medan Area (1945–1947). Museum ini menyimpan artefak berharga, namun efektivitas penyampaian narasi sejarah sering kali bergantung pada intervensi manusia. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara mendalam dengan pemandu, observasi sesi pemanduan, dan analisis dokumen kuratorial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemandu berperan sebagai 'Pengukir Narasi' yang mengubah artefak statis menjadi pengalaman sejarah yang hidup dan emosional. Strategi kunci yang dilakukan pemandu meliputi storytelling berbasis lokalitas, koneksi artefak dengan geografi aktual Kota Medan, dan penyajian tokoh kunci perjuangan Sumatera Utara secara kontekstual. Pemandu tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai jembatan emosional dan agen konservasi memori kolektif. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya pemberdayaan pemandu melalui pelatihan intensif pada historiografi lokal dan teknik interpretasi yang sensitif, sebagai kunci untuk meningkatkan kualitas edukasi publik dan melestarikan ingatan sejarah Medan Area.]