Nur Faliza
Malikussaleh University

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PKM Penguatan Transformasi Pembelajaran Daring melalui Platform Teknologi Informasi di SMK Negeri 3 Lhokseumawe Zahratul Fitri; Nur Faliza; Defi Irwansyah; Armelia Dafrina; Syibral Malasyi; Ilham Sahputra
REKAGAMA Vol. 1 No. 2 (2026): REKAGAMA (Rekam Kegiatan Pengabdian Masyarakat)
Publisher : CV Mazaya Cahaya Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini difokuskan pada penguatan transformasi pembelajaran daring melalui penerapan platform teknologi informasi di SMK Negeri 3 Lhokseumawe. Perkembangan teknologi digital menuntut institusi pendidikan untuk mampu mengimplementasikan pembelajaran berbasis daring secara efektif, efisien, dan berkelanjutan. Namun, beberapa kendala masih ditemui, seperti keterbatasan pemahaman siswa dalam penggunaan platform pembelajaran daring, pengelolaan materi ajar digital yang belum optimal, kurangnya variasi media interaktif, serta minimnya pemanfaatan teknologi informasi sebagai sarana evaluasi dan komunikasi pembelajaran. Kondisi ini berdampak pada rendahnya efektivitas proses belajar-mengajar, khususnya terkait keterlibatan siswa, kemudahan akses materi, dan capaian hasil belajar. Pelaksanaan kegiatan PKM ini meliputi tahap-tahap strategis, yakni analisis kebutuhan mitra, sosialisasi program, pelatihan penggunaan platform digital, pendampingan pembuatan media pembelajaran daring, simulasi penerapan pembelajaran berbasis teknologi, dan evaluasi terhadap tingkat pemahaman serta keterampilan guru dan siswa. Platform yang digunakan difokuskan untuk mendukung manajemen kelas daring, distribusi materi pembelajaran, pemberian tugas, komunikasi dua arah antara guru dan siswa, serta evaluasi pembelajaran secara lebih sistematis dan terukur. Pendekatan yang diterapkan bersifat partisipatif dengan melibatkan guru dan siswa sebagai pemangku kepentingan utama, sehingga solusi yang diberikan relevan dengan kebutuhan nyata di lingkungan sekolah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kompetensi peserta dalam pemanfaatan platform pembelajaran daring. Siswa menjadi lebih terampil dalam menyusun materi digital, mengelola kelas virtual, menyampaikan tugas daring, dan menghadirkan media pembelajaran yang interaktif. Siswa memperoleh kemudahan akses materi, keterlibatan aktif dalam pembelajaran, kemampuan mengumpulkan tugas secara daring, serta komunikasi yang lebih efektif dengan guru. Kegiatan ini juga memberikan kontribusi positif dalam menyiapkan sekolah untuk melaksanakan pembelajaran berbasis teknologi informasi secara berkelanjutan dan berdaya guna. Secara keseluruhan, PKM ini dapat menjadi strategi penting dalam mempercepat digitalisasi pembelajaran, meningkatkan kompetensi teknologi guru dan siswa, serta memperkuat mutu pendidikan vokasi di era transformasi digital.
The role prescriptions of women leaders to achieve competitive advantage Lucyani Meldawati; Fisy Amalia; Andi Chairil Furqan; Nur Faliza; Tonny Yuwanda
BISMA (Bisnis dan Manajemen) Vol. 15 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bisma.v15n2.p187-209

Abstract

This study examines the differences between male and female leadership in the SMEs sector. It investigates the influence of innovative work behaviour preceded by psychological empowerment on competitive advantage in each dimension. This study uses a quantitative approach to distribute questionnaires to 254 Indonesian SMEs. Path analysis was used in this study by calculating factor loading, composite reliability, Average Variance Extracted (AVE), discriminant validity, and the structural model. To analyse the differences between female and male entrepreneurs, this study employs multi-group analysis, which can explain the phenomenon of this research. These findings explain that psychological empowerment has been found to increase innovative work behaviour, and innovative work behaviour has also been found to mediate the relationship between psychological empowerment and dimensions of competitive advantage. In addition, female leadership is superior in terms of time to market, where innovative employees led by a woman will develop new products faster to enter the market. On the other hand, male leadership is superior in the delivery dependability dimension, where innovative employees led by a man prioritise speed and responsiveness in serving customers.