Viochita Navyanda Rindianingkasih
Universitas Negeri Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STRATEGI SEKOLAH DALAM PENERAPAN NILAI RELIGIUS DAN TANGGUNG JAWAB DI MAN SIDOARJO Viochita Navyanda Rindianingkasih; Harmanto Harmanto
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 2 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.401 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v10n2.p349-366

Abstract

Penerapan nilai karakter sangat penting bagi generasi penerus bangsa karena nilai menjadi suatu hal yang dijunjung tinggi dalam kehidupan sehari-hari dan nilai karakter dapat mempengaruhi tindakan seseorang. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana strategi sekolah dalam penerapan nilai religius dan tanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi sekolah dalam penerapan nilai religius dan tanggung jawab di MAN Sidoarjo, mendeskripsikan daya dukung yang dimiliki oleh sekolah dalam membentuk karakter religius dan tanggung jawab. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori belajar Albert Bandura (1997) yang terdiri atas fase attention, retension, reproduction dan motivasion. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan model Miles dan Huberman yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwasannya penerapan nilai religius dan tanggung jawab di MAN Sidoarjo menggunakan teknik modeling yang diterapkan dalam program sekolah dan program pembinaan. Program sekolah meliputi program BTQ, tahfidz qur’an dan boarding school. Tujuan penerapan nilai religius di MAN Sidoarjo sebagai bentuk pendidikan karakter yang diupayakan oleh sekolah agar peserta didik dapat membentengi diri dengan ilmu agama, karena semakin hari jaman akan semakin berkembang sehingga segala informasi dan budaya dapat masuk di Indonesia secara bebas, sedangkan nilai tanggung jawab diterapkan untuk meminimalisir pelanggaran yang dilakukan oleh peserta didik.