Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Revitalization Of Socio-Cultural Values In Pesantren Nenden Munawaroh; Ijudin Ijudin; Hilda Ainissyifa; Nurul Fatonah
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 11, No 02 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v11i02.4438

Abstract

This article aims to explain the importance of returning socio-cultural values of Islamic education in the learning process in pesantren, as a model of Islamic education that is humanist and inclusive, and upholds socio-cultural values. The method used in this article is to use a qualitative-analytical approach with a descriptive method. The results of the discussion show: (1) That the socio-cultural values of Islamic education in pesantren are very vital and their presence is needed to produce humanist and inclusive students, (2) Integration of socio-cultural values of Islamic education in the learning process in pesantren, by integrating religious values, culture, and diversity, (3) The integration gives birth to socio-cultural values, such as respecting differences in schools of thought in worship practices, assimilation between cultures and regional languages, tolerance and human rights, and social coherence between students
Revitalization Of Socio-Cultural Values In Pesantren Nenden Munawaroh; Ijudin Ijudin; Hilda Ainissyifa; Nurul Fatonah
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 11 No. 02 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v11i02.4438

Abstract

This article aims to explain the importance of returning socio-cultural values of Islamic education in the learning process in pesantren, as a model of Islamic education that is humanist and inclusive, and upholds socio-cultural values. The method used in this article is to use a qualitative-analytical approach with a descriptive method. The results of the discussion show: (1) That the socio-cultural values of Islamic education in pesantren are very vital and their presence is needed to produce humanist and inclusive students, (2) Integration of socio-cultural values of Islamic education in the learning process in pesantren, by integrating religious values, culture, and diversity, (3) The integration gives birth to socio-cultural values, such as respecting differences in schools of thought in worship practices, assimilation between cultures and regional languages, tolerance and human rights, and social coherence between students
IMPLEMENTASI PROYEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (P5) DALAM MEMBENTUK KARAKTER MANDIRI PESERTA DIDIK Intan Fauziah; Ijudin Ijudin; Ade Holis; Masripah Masripah
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 1 No. 8 (2024): Oktober 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan sesuatu yang menjembatani proses pembentukan karakter, dalam lingkungan pendidikan tidak terlepas dari kurikulum. Salah satunya yaitu kurikulum merdeka, dimana kurikulum merdeka meliputi program yaitu pembelajaran intrakulikuler dan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Salah satu program pada kurikulum merdeka yaitu proyek penguatan profil pelajar pancasila (P5) yang bertujuan untuk membentuk karakter peserta didik serta mewujudkan pelajar pancasila yang mampu berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, yaitu beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berkebhinekaan global, gotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana implementasi proyek penguatan profil pelajar pancasila (P5) dalam membentuk karakter mandiri peserta didik di MIN 4 Garut, untuk mengetahui upaya dan hasil, faktor pendukung dan penghambat, karakter mandiri peserta didik serta dampak dalam implementasi proyek penguatan profil pelajar pancasila (P5) dalam membentuk karakter mandiri peserta didik di MIN 4 Garut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian ini meliputi kepala sekolah, guru kelas I, dan peserta didik, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen utama adalah peneliti dengan menggunakan alat bantu berupa pedoman observasi dan wawancara, Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yaitu reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan penarikan kesimpulan (conclution drawing/verification). Teknik pemeriksaan keabsahan data dengan triangulasi sumber, teknik dan waktu. Dan hasil penelitian tersebut dapat diketahui bahwa (1) Implementasi proyek P5 di MIN 4 Garut dilaksanakan dengan baik mulai dari perencanaan, pelaksanaan, evaluasi hingga kegiatan gelar karya. (2) Upaya dan hasil yang dilakukan, upaya dengan melibatkan berbagai pihak yaitu guru, peserta didik dan orang tua kemudian hasilnya yaitu peserta didik mampu menjaga kebersihan lingkungan sekolah, membuang sampah pada tempatnya, membedakan jenis sampah dan mengetahui manfaat dari kegunaan sampah. (3) Faktor pendukung sarana dan prasarana, guru, fasilitas, orang tua dan biaya, sedangkan faktor penghambat fasilitas serta lahan khusus yang belum tersedia, penyesuaian terhadap peserta didik, referensi terkait kegiatan P5, keluhan peserta didik dan biaya. (4) Karakter mandiri peserta didik mulai terbentuk dalam proses pembelajaran proyek serta dilihat dari pengukuran serta dilihat pada peningkatan dan perubahan dari kebiasan sehari-hari peserta didik disekolah. (5) Dampak yang dirasakan pada kenyataanya sangat berdampak pada pembentukan karakter mandiri peserta didik.
Implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Bermuatan Kearifan Lokal Dalam Mengembangkan Sikap Kreatif Peserta Didik Sifa Ulfikriah; Asep Tutun Usman; Jafar Amirudin; Ijudin Ijudin
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 1 No. 8 (2024): Oktober 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum di Indonesia telah mengalami beberapa kali perubahan, diantaranya yaitu kurikulum merdeka. Kurikulum merdeka ini memiliki program yaitu Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila ini merupakan pelajar sepanjang hayat yang kompeten, berkarakter, dan berperilaku sesuai nilai-nilai pancasila. Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila ini memiliki 6 dimensi diantaranya yaitu 1) Beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlakul karimah, 2) Mandiri, 3) Bergotong royong, 4) Berkebhinekaan global, 5) Bernalar kritis, dan 6) Kreatif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana sikap kreatif peserta didik sebelum dilaksanakannya Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, implementasinya, faktor pendukung dan penghambat serta pengembangan sikap kreatif peserta didik kelas IV MIN 4 Garut setelah dilaksanakannya Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian meliputi kepala madrasah, pendidik kelas IV, dan peserta didik. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen utama adalah peneliti dengan menggunakan alat bantu berupa pedoman observasi dan wawancara. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yaitu reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan penarikan kesimpulan (conclution drawing/verification). Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan teknik trianggulasi sumber, teknik dan waktu. Hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa 1) Sebelum diterapkan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila sikap kreatif peserta didik itu kurang. 2) Implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di MIN 4 Garut terlaksana dengan baik dimulai dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. 3) Faktor pendukung program ini yaitu sarana dan prasarana, peran pendidik, peserta didik, peran orangtua dan biaya. Sedangkan faktor penghambatnya yaitu lahan yang belum tersedia, penyesuaian karakter peserta didik, kurangnya referensi kegiatan, keluhan peserta didik dan biaya. 4) Setelah dilaksanakannya Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila sikap kreatif peserta didik meningkat.