Tuntutan modernisasi dalam kehidupan masyarakat membawa orientasi hidup masyarakat untuk memperbaiki ekonomi dengan mengikut alur pola hidup modern yang meletakkan agama tidak lagi lebih utama. Tentu dalam bidang pendidikan agama, memberikan dampak sehingga keinginan masyarakat untuk memasukkan anaknya ke pesantren/dayah semakin berkurang. Hal inilah yang menjadi dasar utama dilakukannya penelitian ini khusus di Dayah Darul Iman Aceh Tenggara. Untuk memproleh data agar informasi didapat dengan baik, maka metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendektan fonomenologi dan sosial historis. Temuan penelitian diproleh bahwa dayah Darul Iman telah berperan dalam arus modernisasi dan mampu berkontribusi dalam berbagai instansi pemerintahan dan swasta. Dayah Darul Iman berupaya dalam menyikapi fonomena tersebut dengan mengkonstruk kurikulum yang kompleks agar santri dapat mandiri dan berkontribusi di masayarakat. Di sisi lain, kurikulum khas Dayah Darul Iman yaitu Kurikulum Malim Sekampun merupakan kurikulum wajib bagi santri agar santri paham dan dapat memahamkan agama Islam yang berkaitan dengan fardu a'in dan fardu kifayah. Dayah Darul Iman mewarnai pendidikan Islam di Aceh Tenggara dengan memperlihatkan kekhasan Dayah sebagai Lembaga Pendidikan Islam secara kultural tanpa mengurangi unsur substansi nilai-nilai agama. Jadi, pengembangan dayah Darul Iman yang dikembangkan tidak terlepas dari konsep tradisional dan modern