Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Sosialisasi Undang-Undang Kesehatan Nomor 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan Dan Tenaga Kefarmasian Bagi Remaja Reza Agung Sriwijaya; Ensiwi Munarsih; Mauizatul Hasanah; Rini Isromarina; Jacky
Jurnal Igakerta Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Igakerta
Publisher : IGAKERTA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70234/74pap240

Abstract

Sosialisasi Undang-Undang nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan di SMAN 1 Tanjung Lago bertujuan meningkatkan pemahaman siswa kelas XII mengenai profesi kefarmasian serta mendorong mereka melanjutkan pendidikan di bidang farmasi. Kegiatan ini menggunakan metode penyuluhan, diskusi interaktif, serta evaluasi pre-test dan post-test dengan kuesoner untuk mengukur efektivitas sosialisasi. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman siswa, dengan skor pre-test sebesar 10% meningkat menjadi 75% pada post-test. Sosialisasi ini diharapkan dapat memotivasi siswa untuk berkontribusi di dunia kesehatan sebagai tenaga kefarmasian di masa depan.
PENGARUH KARAKTERISTIK SOSIODEMOGRAFI DAN KLINIS TERHADAP KEPATUHAN PENGOBATAN SERTA KUALITAS HIDUP PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DI RSUD DR. SOBIRIN MUSI RAWAS reza agungsriwijaya; Nilda Lely; Rini Isromarina; vivi miranda
Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STIFI Bhakti Pertiwi Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61685/jibf.v10i2.158

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis yang membutuhkan kepatuhan minum obat yang tinggi untuk mengontrol kadar gula darah, mencegah terjadi komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik sosiodemografi dan klinis terhadap kepatuhan minum obat serta dampaknya terhadap kualitas hidup pasien diabetes melitus tipe 2 di RSUD dr. Sobirin Musi Rawas. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik observasional dengan desain cross sectional menggunakan teknik quota sampling dengan 100 responden. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi, kuesioner MMAS-8 dan WHOQOL-BREFF kemudian di analisa menggunakan uji statistik Chi-Square dan Mann-Whitney. Hasil analisis statistik Mann-Whitney menunjukkan adanya hubungan antara pendidikan (p=0,001) terhadap kepatuhan minum obat. Selain itu, hasil analisis Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan minum obat terhadap kualitas hidup pasien diabetes melitus tipe 2 di RSUD dr. Sobirin Musi Rawas (p=0,001). Faktor pendidikan berpengaruh terhadap kepatuhan minum obat, yang pada akhirnya berdampak pada kualitas hidup pasien.
Hubungan Karakteristik Sosiodemografi dan Klinis Terhadap Kepatuhan Minum Obat Serta Pengaruhnya Pada Kualitas Hidup Pasien Tuberkulosis Di Puskesmas “X” Kota Palembang Reza Agung Sriwijaya; Nilda Lely; Rini Isromarina; Sari Fatimah Miranda
Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STIFI Bhakti Pertiwi Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61685/jibf.v11i1.179

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan global, termasuk di Indonesia. Keberhasilan terapi TB sangat bergantung pada kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan serta faktor-faktor sosiodemografi dan klinis yang memengaruhinya. Kualitas hidup pasien TB juga dipengaruhi oleh tingkat kepatuhan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik sosiodemografi dan klinis terhadap kepatuhan minum obat TB, serta mengetahui pengaruh terhadap kualitas hidup pasien TB di Puskesmas X 16 Ulu Kota Palembang. Penelitian ini merupakan studi deskriptif analitik dengan desain cross sectional menggunakan total sampling terhadap 105 pasien TB fase intensif. Data dikumpulkan melalui kuesioner MMAS-8 (untuk kepatuhan) dan WHOQOL-BREF (untuk kualitas hidup), serta dianalisis menggunakan uji chi-square dan Kruskal-Wallis. Hasil menunjukkan bahwa usia (p = 0,038), pendidikan (p = 0,041), dan penyakit penyerta (p = 0,027) memiliki hubungan yang signifikan terhadap kepatuhan terapi TB. Sementara itu, jenis kelamin, pekerjaan, jenis TB, lama menderita, dan jarak ke puskesmas tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p > 0,05). Terdapat hubungan signifikan antara kepatuhan minum obat dengan kualitas hidup secara keseluruhan (p = 0,013), terutama pada domain sosial (p = 0,007). Faktor usia, pendidikan, dan penyakit penyerta berpengaruh terhadap kepatuhan pasien TB. Kepatuhan yang baik juga terbukti meningkatkan kualitas hidup pasien. Oleh karena itu, intervensi yang fokus pada edukasi dan dukungan sosial sangat penting untuk meningkatkan keberhasilan terapi dan kesejahteraan pasien TB.