Penelitian ini didasarkan pada masalah kurangnya penggunaan media pembelajaran oleh guru IPA dalam pembelajaran terutama pada materi yang sifatnya sangat membutuhkan media untuk menjelaskan materi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perbedaan hasil belajar siswa antara yang menggunakan media torso dan media gambar dan mendeskripsikan hasil belajar siswa yang menggunakan media torso minimal mencapai KKM. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dan bentuk desain yang digunakan adalah pretest-posttetst control design. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SDK Ru’a Kecamatan Wae Ri'i yang berjumlah 45 orang, masing-masing 23 orang kelas eksperimen dan 22 orang kelas kontrol. Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes. Teknik analisis data menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis dengan analisis uji independent t test dan uji one sample t test. Hasil penelitian ini menunjukkan perbedaan signifikan antara hasil belajar siswa yang menggunakan media torso dan hasil belajar yang menggunakan media gambar. Hal ini terlihat dari nilai rata-rata kelas eksperimen yaitu 79,26dan rata-rata kelas kontrol 70,23. Kemudian dari hasil perhitungan uji t diperoleh hasil perhitungan t-hitung=4,6653 dan t- tabel=2,0153 pada taraf signifikan 5%, karena t-hitung=4,6653 > t-tabel=2,0153 maka H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian hasil belajar siswa yang menggunakan media torso lebih tinggi dibandingkan hasil belajar siswa yang menggunakan media gambar, selain itu berdasarkan analisis uji one sampel t testdiproleh t hitung = 10,156 dan t tabel = 2,074 dengan taraf signifikan 5% (a = 0,05). Karena t hitung = 10,156 > t tabel = 2,074, maka H1diterima dan H0 ditolak. Dengan demikian hasil belajar siswa yangmenggunakan media torsominimal telah mencapai KKM. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaanmedia torso dapat memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan hasil belajar siswa.