Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Strategi Pemasaran Jasa Pendidikan Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah (STAIFA) Pamekasan Dengan Pendekatan Bauran Pemasaran (Marketing Mix) Mohammad Zakki; Agus Eko; Prim Marsokan
COMPETITIVE: Journal of Education Vol. 2 No. 3 (2023)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58355/competitive.v2i3.31

Abstract

Lembaga pendidikan merupakan institusi yang memiliki peran penting dalam memajukan bangsa dengan berorientasi pada mutu sumberdaya daya manusia. Peningkatan SDM salah satunya menjadi konsentrasi dari pada pengurus tinggi. Secara kuantitatif Indonesia sebagai negara yang memiliki banyak PT. Oleh karena di tengah semakin meningkatnya PT, maka dibutuhkan strategi pemasaran dalam rangka mengenalkan jasa pendidikan ini kepada para konsumen. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui strategi bauran pemasaran yang dilakukan oleh Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan kepada para konsumen (masyarakat). Jenis penelitian menggunakan kualitatif research. Tehnik pengumpulan data dengan dokumentasi, wawancara dan kemudian dilakukan analisis data. Analisis diperkuat dengan teorinya Philips Kotler and Kevin Lane Keller. Adapun hasil dari penelitian ini adalah: 1).Dalam strategi pemasaran memanfaatkan media cetak dan elektronik, 2). Sosialisasi pada kelas akhir, dan 3). Kerjasam dengan tokoh agama, masyarakat, wali santri dan pemerintah desa. Pemasaran ini dengan membentuk internal driving team yang terdiri dari pengelola internal kampus dan eksternal driving team yang terdiri dari tokoh dan alumni yang dibentuk oleh Yayasan.
Reinterpretasi Biaya Operasional Ritual Kematian demi Keberlanjutan Pendidikan Generasi Muda Mohammad Zakki
AL-MIKRAJ Jurnal Studi Islam dan Humaniora (E-ISSN 2745-4584) Vol. 4 No. 1 (2023): AL-Mikraj Jurnal Studi Islam dan Humaniora
Publisher : Pascasarjana Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/almikraj.v4i1.4579

Abstract

Rituals for the dead are sacred activities that have become an Islamic tradition among society, especially in the Madura region. The operation of this ritual requires large costs that must be paid by the family regardless of economic class. This tradition, in another paradigm, has an impact on the continuity of education for the family of the deceased. This research was carried out in Tamberru Laok Sokobenah Sampang Village using qualitative research and a phenomenological approach. Techniques for collecting data using participant observation, in-depth interviews and documentation. The results of this research: the death ritual event is an Islamic tradition that continues from previous elders with the aim of adding goodness to the deceased, this activity costs quite a lot of money which becomes a burden for the family, the alternative to operational costs is going into debt and/or mortgaging the land which has an impact on the majority Every family migrates abroad, the source of funding comes from agreements and solidarity built within the family, and the biggest impact is the family's low level of attention to the education of the younger generation.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL TERHADAP CHARACTER BUILDING SISWA MADRASAH IBTIDAIYAH mohammad zakki
At Turots: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 1 Juni (2022): At Turots: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51468/jpi.v4i1.113

Abstract

The purpose of this study was to determine the impact of social media on the character formation of MI students. Darul Hikmah Lebbek Pakong Pamekasan. the method in this study is a qualitative descriptive method through observation, interviews and documentation. while the results of this study are social media is very influential on students in character building, educational institutions always cooperate with families and communities in maintaining and limiting the use of social media in students, and the family environment must create independent education by setting good examples and supervising children in the use of social media.