DMPA merupakan suatu progestin yang mekanisme kerjanya bertujuan menghambat sekresi hormone pemicu folikel, Di mana pengguna KB Suntik sebanyak 2.001 (68,3%) khususnya di Puskesmas Pejeruk, kontrasepsi suntik menempati urutan pertamA. Banyak faktor yang menyebab ibu banyak menggunakan alat kontrasepsi Depo Medroksi Progesteron Asetat (DMPA), antara lain usia ibu, jumlah keluarga, status pekerjaan, tingkat pendidikan, tingkat pengetahuan tentang alat kontrasepsi serta dukungan keluarga khususnya suami. Disamping itu juga kontrasepsi Depo Medroksi Progesteron Asetat (DMPA) menjadi pilihan karena aman, efektif, sederhana dan murah. Efek samping yang paling sering dikeluhkan oleh akseptor adalah peningkatan berat badan Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh kontrasepsi Depo Medroksi Progesteron Asetat (DMPA) terhadap Peningkatan Berat Badan Pada Ibu di Puskesmas Pejeruk Tahun 2017. Desain penelitian menggunakan observasional analitik dengan rancangan penelitian cross sectional, populasi berjumlah 2001 akseptor DMPA dan 445 akseptor untuk IUD. Teknik sampel yang digunakan adalah accidental dengan besar sampel 32 akseptor DMPA dan 7 akseptor IUD analisa data menggunakan SPSS 16. Hasil nilai ?=0,030 (?<0,05 artinya ?=0,30 lebih kecil daripada 0,050 ) artinya Ha diterima Ho ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kontrasepsi Depo Medroxil Progestin Asetat (DMPA) secara signifikan dapat mempengaruhi peningkatan berat badan pada penggunanya. Menyarankan kepada akseptor DMPA untuk tetap menjaga tubuhnya supaya tidak mengalami peningkatan berat badan yang terlalu pesat dengan cara mengatur diit atau pola makan dan olahraga.