Sampai Saat ini remaja putri rentan mengalami flour albus. Salah satu perawatan yang penting adalah menjaga kebersihan genetalia, karena kurangnya kualitas personal hygiene dapat menyebabkan terjadinya Flour Albus. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ada atau tidaknya hubungan personal hygiene dengan kejadian flour albus pada remaja putri kelas X & XI di SMAN 1 Lembar Lombok Barat NTB. Desain penelitian yang digunakan adalah survey analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Teknik Cluster Random sampling digunakan untuk mendapatkan 121 sampel dari 174 populasi remaja putri kelas X & XI di tahun 2019.Analisa data yang digunakan adalah uji Spearman Rank dengan taraf signifikansi 95%. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian remaja putri di SMAN 1 Lembar memiliki personal hygiene buruk sebanyak 67 responden (55,4%) dan sebagian dari remaja putri terkena flour albus sebanyak 105 responden (86,8%). Dari responden yang memiliki personal hygiene buruk diantaraya mengalami flour albus sebanyak 67 responden(55,3%). Ada hubungan antara personal hygiene dengan kejadian flour albus di SMAN 1 Lembar dengan nilai (p = 0,000). Diharapkan SMAN 1 Lembar lebih memperhatikan kesehatan reproduksi siswanya khususnya tentang kejadian flour albus agar dapat melakukan pencegahan dengan personal hygiene yang baik.