Berdasarkan data World Health Organization (WHO) tahun 2014 dari 17 negara di dunia, Indonesia menempati urutan ke 7 yang memiliki persentase tertinggi kematian akibat berat badan lahir rendah kejadian berat badan lahir rendah adalah 15,5% yang berkisar 20,6 juta bayi tersebut lahir setiap tahun, 96,5% di antaranya di negara berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan berat badan lahir dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir di RSUD Kota Mataram. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional dan pendekatan retrospektif. Untuk mengetahui hubungan antara berat badan lahir dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir yang mengunakan data sekunder dari buku register di ruang bersalin RSUD Kota Mataram. Penelitian dilakukan pada bulan Maret-Mei 2020 di ruang bersalin RSUD Kota Mataram. Teknik pengambilan sampel penelitian diambil dengan tehnik simpel random sampling dan didapatkan sampel sebanyak 194 kasus. Uji statistik yang digunakan yaitu uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 194 kasus diperoleh data berat badan lahir normal dengan asfiksia sebesar 23,3% dan berat badan lahir rendah dengan asfiksia sebesar 76,7%. Kejadian asfiksia sebesar 22,2% dan tidak asfiksia sebesar 77,8%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara berat badan lahir dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir di RSUD Kota Mataram (p = 0,001).