Organisasi Kesehatan Dunia/WHO menyebutkan bahwa Indonesia tergolong negara dengan status kurang gizi yang tinggi karena masih tingginya angka wasting dan stunting pada tahun 2017 yaitu 13,5% untuk wasting dan 36,4% untuk stunting (WHO,2018). Anak yang tidak mendapatkan imunisasi tidak memiliki kekebalan tubuh terhadap serangan penyakit infeksi, sehingga anak akan jatuh sakit, dan dapat menyebabkan turunnya status gizi anak. Hal ini karena penyakit infeksi dan fungsi kekebalan saling berhubungan erat satu sama lain (Wilhendra, 2016). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kelengkapan status imunisasi dengan status gizi pada balita usia 1-5 tahun di Puskesmas Tanjung Karang Kota Mataram. Pengambilan sampel secara total sampling yaitu sebanyak 71 balita, Penelitian ini merupakan penelitian dengan analitik retrospektif dengan desain Cross Sectional. Hasil penelitian sebagian besar responden dengan kategori imunisasi tidak lengkap sebanyak 52 balita (78,2), dan responden dengan kategori imunisasi lengkap sebanyak 19 balita (26,8%). Serta sebagian besar responden dengan status gizi baik yaitu sebanyak 44 balita (61,9%), responden dengan dengan status gizi buruk sebanyak 7 balita (9,9%). Hasil uji Chi-square diperoleh nilai p = 0,497 yang berarti Ho ditolak/tidak diterima jika ? (0.05) sehingga disimpulkan tidak ada hubungan yang bermakna antara kelengkapan imunisasi dengan status gizi balita. Disarankan dari pemerintah khususnya pihak puskesmas agar lebih menggalakkan lagi sosialisasi dan penyuluhan tentang pentingnya imunisasi dan gizi seimbang bagi balita