Basuki Mahardika
Staf Medik Fungsional Dermatovenereologi RSUD Sanjiwani Gianyar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemberdayaan Pengurus Yayasan dan Guru Dalam Mencegah Penularan Infestasi Skabies di Yayasan Yappenatim Kabupaten Gianyar Made Sudarjana; Luh Made Budiani; Basuki Mahardika
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 2 No. 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit skabies merupakan salah satu penyakit kulit menular yang endemis di masyarakat. Kecepatan penyebarannya sangat tinggi terutama di tempat dengan penghuni padat penduduk seperti asrama, pesantren, dan panti asuhan. Pengetahuan tentang skabies para pengurus yayasan dan guru di satu asrama atau panti asuhan serta kondisi sarana asrama panti yang disediakan pengelolanya dapat berpengaruh pada kesehatan secara umum termasuk dalam penyebaran penyakit skabies. Tujuan dari program kemitraan masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan pengurus yayasan dan para guru dalam mencegah timbulnya infestasi kulit skabies. Peningkatkan pengetahuan para guru pengajar, berperan dalam memutus rantai penularan penyakit dengan menularkan ilmu ke anak didiknya. Kegiatan program ini dilaksanakan dengan memberikan penyuluhan kepada peserta pengurus yayasan serta para guru di yayasan Yappenatim Gianyar. Pemberian bantuan obat skabies dan obat antiseptik untuk membantu kebersihan atau meningkatkan sanitasi lingkungan akan diberikan setelah selesai penyuluhan. Pelaksanaan pengabdian ini dilakukan dengan penyuluhan kesehatan tentang skabies. Diawali dengan menghubungi ketua yayasan untuk sosialisasi, selanjutnya dibuat materi dan persiapan media yang dibutuhkan agar penyuluhan berjalan lancar. Pelaksanaan penyuluhan telah dilaksanakan pada hari Jumat, 17 Februari 2023. Diikuti 24 peserta 5 orang dari Yayasan, 19 orang guru dari tingkat SD sampai SMA, dokter muda dari FK Unwar sebagai pendamping dan menyiapkan sarana dan prasarana saat penyuluhan. Penyuluhan berjalan sesuai rencana dan diikuti peserta dengan antusias. Dari hasil pre dan post-test, didapat peningkatan pengetahuan peserta yang bermakna. Pemberian bantuan obat dan bahan lainnya dilakukan setelah kegiatan dilaksanakan.