Ahmad Afan Zain
Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EKONOMI ISLAM DALAM KONSEP ONTOLOGI, EPISTEMOLOGI DAN AKSIOLOGI Ahmad Afan Zain
Al-Maqashid: Journal of Economics and Islamic Business Vol. 1 No. 1 (2021): April: Al-Maqashid: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55352/maqashid.v1i1.251

Abstract

Ekonomi Islam mempunyai tugas yang berbeda dengan ekonomi konvensional. Tugasnya selain mempelajari realita perilaku agen-agen ekonomi, baik rumah tangga produsen, rumah tangga konsumen, maupun pemerintah, juga harus merumuskan konsep perilaku ideal menurut ajaran Islam yang seharusnya dilakukan oleh agen- agen ekonomi, sekaligus efek-efeknya yang mungkin bagi perekonomian. Konkretnya, ilmu ini disamping menjelaskan variabel-variabel yang terkait, yang mungkin menyebabkan ketimpangan antara perilaku real dengan perilaku ideal juga bertugas menyarankan strategi yang tepat untuk mengarahkan perilaku agen-agen ekonomi agar perilaku yang ideal dapat terwujud. Ontologi membahas tentang hakikat apa yang dikaji, atau dengan kata lain, ontologi adalah science of being qua being. Epistemologi membahas tentang bagaimana badan ilmu pengetahuan disusun. Dengan kata lain, membahas tentang ruang lingkup dan batas-batas ilmu pengetahuan. Pertanyaan yang harus dijawab: Dari mana sumber ilmu pengetahuan? Bagaimana sifat dari ilmu pengetahuan itu? Bagaimana memverifikasi kebenarannya? Kebenaran wahyu bersifat dogmatis dan absolut, sehingga peran wahyu dalam pencarian kebenaran sangatlah penting. Tetapi, kita dituntut menempatkan kebenaran rasional dan fakta empiris dalam kerangka Islam secara keseluruhan. Nyatanya, Islam memandang penting kedudukan akal, sampai-sampai Allah murka terhadap orang-orang yang tidak mau menggunakan akalnya. Kajian aksiologis ekonomi Islam ialah membicarakan ekonomi Islam dari segi nilai dan manfaat. Keberadaan ekonomi Islam diharapkan mampu menjadi problem solver.
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN Ahmad Afan Zain
Al-Maqashid: Journal of Economics and Islamic Business Vol. 2 No. 2 (2022): Oktober: Al-Maqashid : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55352/maqashid.v2i2.269

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan mengetahui pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan konsumen secara bersama - sama maupun parsial serta untuk mengetahui indikator dari variabel bebas yang berpengaruh paling dominan terhadap kepu asan konsumen di “Warung Bek Mu 2” Nasi Pecel Khas Lamongan Pantura. Indikator variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini adalah keberwujudan, keandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati dan variable terikat dalam penelitian ini adalah kepuasan ko nsumen. Penelitian ini dilaksanakan di “Warung Bek Mu 2” Nasi Pecel Khas Lamongan Pantura. Populasi sampel yang digunakan adalah konsumen “Warung Bek Mu 2” Nasi Pecel Khas Lamongan Pantura. Teknik pengambilan sampel menggunakan Accidental Sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 100 orang responden. Berdasarkan hasil Uji F pada penelitian ini menunjukkan sig. F 0,000<0.05 yang berarti indikator variabel Kualitas Pelayanan yang terdiri dari keberwujudan, keandalan, daya tanggap, jaminan dan empati secara bersama - sama berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen. Berdasarkan hasil uji t dapat diketahui bahwa indikator variabel Kualitas Pelayanan yang terdiri dari keberwujudan, keandalan, daya tanggap, dan empati secara parsial memili ki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan konsumen. Hasil uji t juga menunjukkan bahwa indikator daya tanggap (X3) memiliki pengaruh yang paling kuat dibandingkan dengan indikator variabel lainnya, maka indikator variabel daya tanggap (X3) mempunyai p engaruh yang dominan terhadap kepuasan konsumen .