Imam Syafi’i
Institut Pesantren KH. Abdul Chalim, Mojokerto, Jawa Timur, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implementasi Dakwah H. dr. Nurul Kawakib, Sp.B., Finacs. dalam Praktek Operasi terhadap Paseien dengan Pendekatan Spiritual Sebagai Proses Holistik Terapi Halimatus Sya’diyah; Imam Syafi’i
Busyro: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 3 No. 1 (2021): November : Busyro : Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55352/kpi.v3i1.232

Abstract

Secara dhohir, dokter memang pahlawan penyembuh berbagai sakit dengan bakat dan keluesan ilmu medis yang dikuasainya. Bertahun-tahun mereka mengenyam studi kedokteran dengan biaya yang tak sedikit. Namun berhasil ditempuh oleh dorongan keingingan, perjuangan juga usaha yang mendukung pada diri masing-masing dokter. Menggapai mimpi untuk menolong orang yang membutuhkan. Menuai hasil serta mengamalkan ilmu. Pada karya ilmiah ini nantinya, penulis akan menyaksikan langsung bagaimana praktek operasi bedah seorang dokter tersebut kepada pasien dengan menggunakan dakwah dengan media yang bernama pendekatan spiritual sebagai proses holistik dan bagaimana interaksi pasien pra bedah juga pasca bedah. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan mengetahui implementasi dakwah seorang dokter spesialis bedah terhadap pasien operasi. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode kualitatif. Metode kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Sebuah hal yang tidak bisa dipungkiri lagi adalah bahwa manusia dalam kehidupannya tidak akan ernah bisa melepaskan dirinya dari manusia lain. Adapun sedekah ini juga merupakan penerapan dakwah dokter tersebut. Cara ini merupakan tindakan tolong menolong terhadap sesama terutama orang yang lebih membutuhkan. Karena hakikat manusia tidak bisa hidup sendiri. Ia butuh orang lain dalam hidupnya.