Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

TINTA HIJAU: Koreografi tentang Stigma Negatif Masyarakat Tulungagung terhadap Perempuan di Warung Kopi Cethe Yussi Ambar Sari
Joged Vol 22, No 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/joged.v22i2.11278

Abstract

RINGKASANTinta Hijau merupakan karya tari yang hadir untuk merespons realita kehidupan mengenai stigma masyarakat Tulungagung terhadap perempuan di warung kopi cethe. Berlakunya budaya patriarki pada masyarakat pada umumnya, memberikan stigma buruk terhadap kehadiran perempuan di warung kopi cethe. Stigma masyarakat tentang keberadaan perempuan di warung kopi cethe dapat membelenggu kebebasan perempuan dan melanggar hak-hak yang seharusnya dimiliki oleh perempuan. Penyebabnya masih klasik, karena ranah perempuan masih dianggap ada di wilayah domestik, sehingga ketidakadilan gender masih ada.ABSTRACT Tinta Hijauis a dance work choreographed to respond to the reality of life on the stigma of the public of Tulungagung against women in the coffee shop cethe. The development of the culture patriarchy that occurs in the scope of the coffe shop cethe give the stigma of bad against the presence of woman. The stigma of the community about the existence of the women in the coffee shop cethe can shackles freedom of women and breaks the women rights. The cause was a conservative believe, that the realm of woman was limited to the domestic work. In addition, in Indonesia, law enforcement has been weak and gender inequity is still there.
Representasi dan Kritik Sosial Melalui Pertunjukan Teatrikal Garuda Nusantara Yussi Ambar Sari; Hana Medita
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4913

Abstract

Pertunjukan Teatrikal Garuda Nusantara merupakan karya seni pertunjukan yang merefleksikan semangat kebangsaan sekaligus menyuarakan kritik terhadap berbagai persoalan sosial di Indonesia. Karya ini memadukan unsur teater, tari, musik, dan simbol-simbol nasional untuk menghadirkan pesan moral dan sosial yang mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana representasi nasionalisme dan kritik sosial diwujudkan melalui bentuk artistik dalam pertunjukan tersebut. Metode yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif dengan pendekatan semiotika dan analisis sosial budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol-simbol dalam pertunjukan tidak hanya menjadi ornamen estetika, tetapi juga berfungsi sebagai tanda-tanda perlawanan terhadap ketimpangan sosial dan krisis moral yang terjadi di masyarakat Indonesia masa kini.
Representasi Tari dila Malam Sebagai Konsistensi Penanda Ritual Daur Hidup Masyarakat Sumbawa hana medita; Yussi Ambar Sari
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.12041

Abstract

Ritual daur hidup merupakan prosesi ini merupakan proses terjadinya kehidupan dari manusia lahir hingga meninggal dunia dan rasa syukur kepada leluhur. Salah satu daerah yang masih mempertahankan ritual tersebut adalah Sumbawa. Beberapa urutan ritual daur hidup masyarakat sumbawa diantaranya adalah biso tian, basunat, bajajak, bakatoan, barodak, nyorong, nelung ndina, dan mitung ndina. Dalam setiap ritual tersebut selalu ada dila malam yang digunakan. Wujud dari dila malam ini seperti lilin dan ditaruh dalam wadah kuningan. Dila malam ini merupakan peranti pelengkap ritual dan memiliki makna spiritual kuat bagi masyarakat sumbawa. Dengan demikian direspon oleh seniman tari yang terinspirasi dengan peranti pelengkap ritual daur hidup ini dan dijadikan karya tari. Sehingga seniman tari yang bernama H. Hasanuddin membuat karya tari berjudul tari dila malam. Penelitian ini mencari korelasi antara karya tari yang dihasilkan dan relevansinya dengan peranti sakral dalam prosesi adat daur hidup masyarakat sumbawa yang disebut dila malam. Tujuan khusus penelitian ini untuk mengetahui korelasi dan relevansi tari dila malam pada prosesi ritual adat daur hidup masyarakat Sumbawa dengan peranti dila malam. Selain itu, secara umum penilitian ini juga bertujuan untuk menelusuri lebih dalam konsistensi karakter masyarakat Sumbawa. Urgensi utama penelitian ini tentu saja mendukung pelestarian prosesi atau ritual adat masyarakat Sumbawa. Penelitian ini menggunakan metode gabungan kualitatif dan korelasional.