Yussi Ambar Sari
Universitas Teknologi Sumbawa

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hasil Interpretasi Problematika Kesetaraan Gender dalam Proses Kreatif PenciptaanTari Yussi Ambar Sari
Dance and Theatre Review Vol 6, No 2: November 2023
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/dtr.v6i2.11185

Abstract

Jenis kelamin secara biologis merupakan kodrat Tuhan, sedangkan gender merupakan perbedaan yang bukan biologis dan bukan kodrat Tuhan. Gender merupakan perbedaan perilaku antara laki-laki dan perempuan yang dikonstruksi secara sosial, bukan berdasarkan kodrat dari Tuhan melainkan diciptakan oleh manusia melalui proses sosial dan kultural yang panjang. Keluarga memiliki berbagai macam aturan, mulai dari cara belajar, pergaulan, norma, tanggung jawab, ibadah, dan tata krama (sopan santun atau etika). Ketika perempuan mulai menyadari bahwa mereka memiliki permasalahan dan pengalaman yang sama, mereka menggunakan pemahaman untuk menentang cara memahami dunia yang sudah lama ada tetapi tidak sesuai dengan pengalaman yang mereka alami dalam memahami dunia. Berdasarkan pengalaman empiris koreografer tanggapan tersebut membuatnya berontak pada beberapa aturan keluarga, khususnya aturan yang dibuat oleh seorang ayah yang lebih protektif terhadap putrinya. Para feminis memandang bahwa keluarga adalah sumber kunci penindasan yang mereka alami Jika semua hal diatur seperti robot, kurang fleksibel terhadap perubahan hidup, sangat memungkinkan adanya pemberontakan terhadap aturan yang mengekangnya. Kata Kunci: Gender, Pengalaman Empiris, dan Feminis.
TINTA HIJAU: Koreografi tentang Stigma Negatif Masyarakat Tulungagung terhadap Perempuan di Warung Kopi Cethe Yussi Ambar Sari
Joged Vol 22, No 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/joged.v22i2.11278

Abstract

RINGKASANTinta Hijau merupakan karya tari yang hadir untuk merespons realita kehidupan mengenai stigma masyarakat Tulungagung terhadap perempuan di warung kopi cethe. Berlakunya budaya patriarki pada masyarakat pada umumnya, memberikan stigma buruk terhadap kehadiran perempuan di warung kopi cethe. Stigma masyarakat tentang keberadaan perempuan di warung kopi cethe dapat membelenggu kebebasan perempuan dan melanggar hak-hak yang seharusnya dimiliki oleh perempuan. Penyebabnya masih klasik, karena ranah perempuan masih dianggap ada di wilayah domestik, sehingga ketidakadilan gender masih ada.ABSTRACT Tinta Hijauis a dance work choreographed to respond to the reality of life on the stigma of the public of Tulungagung against women in the coffee shop cethe. The development of the culture patriarchy that occurs in the scope of the coffe shop cethe give the stigma of bad against the presence of woman. The stigma of the community about the existence of the women in the coffee shop cethe can shackles freedom of women and breaks the women rights. The cause was a conservative believe, that the realm of woman was limited to the domestic work. In addition, in Indonesia, law enforcement has been weak and gender inequity is still there.