I Made Sastra Wibawa
Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mahasarawati Denpasar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penggunaan Consol SS-8 Dalam Upaya Meningkatkan Kuat Tekan Karakteristik Beton I Made Sastra Wibawa
Jurnal Ilmiah Kurva Teknik Vol. 12 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Kurva Teknik
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jikt.v12i1.6559

Abstract

ABSTRAK: Dalam upaya memperoleh kuat tekan beton lebih cepat dari umur rencana, maka perlu diberikan bahan tambahan pada campuran beton. Dalam penelitian ini digunakan Consol SS-8 untuk membantu pengaliran beton, sehingga diharapkan juga kuat tekan beton rencana tercapai bahkan meningkat. Permasalahan dalam penelitian ini adalah dengan variasi penambahan berapa prosen kuat tekan beton maksimal dicapai. Penelitian ini dilakukan di laboratorium menggunakan benda uji berbentuk silinder Ø 15-30 cm, variasi penambahan Consol SS-8 mulai dari 0,2 %, 0,4 %, 0,6 %, dan 0,8 %. Pengujian dilakukan pada umur 28 hari, dengan jumlah benda uji masing-masing perlakuan 8 Buah, nilai kuat tekan rencana adalah 225 Kg/Cm2. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan kuat tekan beton pada seluruh variasi penambahan Consol SS-8 yaitu: penambahan 0,64 Liter setiap 1 M3 beton meningkat 0,0343 %, penambahan 1,28 Liter meningkat 0,0845 %, penambahan 1,92 Liter meningkat 0,1357 %, dan penambahan 2,56 setiap 1 M3 beton terjadi peningkatan kuat tekan sebesar 0,1933 %. Peningkatan kuat tekan beton terjadi pada seluruh variasi penambahan Consol SS-8, tetapi peningkatan yang terjadi tidak signifikan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah peningkatan kuat tekan maksimal terjadi pada penambahan Consol SS-8 sebanyak 2,56 Liter setiap 1 M3 beton atau pada penambahan 0,8 %, meskipun tidak signifikan. Hal ini sesuai dengan fungsi penambahan Consol SS-8 adalah untuk mempercapat proses pengaliran beton saat dilakukan pengecoran. Meskipun demikian disarankan untuk melakukan pengujian dengan variasi umur saat dites, dan juga sebagai perbandingan dapat dilakukan penelitian dengan menggunakan bahan tambahan jenis lain. Kata kunci: Consol SS-8, Kuat Tekan Karakteristik.
ANALISIS PERBANDINGAN BIAYA DAN WAKTU PELAKSANAAN PENGECORAN BETON READY MIX DENGAN KONVENSIONAL PADA PEMBANGUNAN VILLA GUILHERME BERAWA, CANGGU, BALI. I Made Sastra Wibawa; I Gede Angga Diputera; Ayulili Sagita Candra Devi
Jurnal Ilmiah Teknik Universitas Mahasaraswati Denpasar (JITUMAS) Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Teknik Unmas (Jitumas) Denpasar
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jitumas.v6i1.13957

Abstract

Pembangunan dalam bidang konstruksi semakin berkembang, terutama dari segi desain maupun metode pelaksanaannya. Pembangunan bidang konstruksi menghasilkan produktivitas yang berbeda, sehingga berpengaruh terhadap mutu, waktu dan biaya pelaksanaan, maka dalam pelaksanaan dilakukan secara efisien dan efektif. Dalam pelaksanaan struktur beton ada beberapa metode yang dipakai salah satunya adalah metode konvensional yaitu dilakukan langsung di lokasi. Pembangunan Villa Guilherme Berawa, Canggu menggunakan metode konvensional, terjadi beberapa masalah yaitu dari segi waktu terjadi keterlambatan, dan dari segi tempat memerlukan lokasi penyimpanan material yang luas. Terjadinya permasalahan yang timbul di lapangan, maka dicoba alternatif yaitu metode ready mix. Dari segi waktu pelaksanaan ready mix lebih cepat, dan dari segi lokasi tidak kesulitan menempatkan material. Dari segi sumber daya tidak membutuhkan sumber daya yang banyak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perbandingan dari segi biaya dan waktu pelaksanaan pengecoran konvensional dengan ready mix khususnya pada pekerjaan beton balok dan pelat lantai dua. Diperlukan analisis untuk mengetahui tingkat efisiensi dan efektifitas antara kedua metode ini. Hasil penelitian menunjukkan metode konvensional memerlukan biaya sebesar Rp. 158.728.450,00 dengan waktu pelaksanaan 8 hari, sedangkan metode ready mix sebesar Rp. 186.606.936,00 dengan waktu pelaksanaan hanya 1 hari. Selisih biaya antara kedua metode adalah Rp 27.878.486,00 yaitu ready mix lebih mahal sekitar 17,6 %. Perbedaan waktu sangat signifikan, ready mix mampu mempercepat proses pekerjaan hingga 7 hari. Dari sisi biaya metode konvensional terbukti lebih ekonomis, namun dari sisi waktu metode ready mix jauh lebih efisien.